3 Pertanyaan ini dapat Memandu Anak Menentukan Arah Karier

Diposting oleh:

Bakat Anak – Pernahkah Ayah Ibu bingung memilih jurusan kuliah? Atau Ayah Ibu ikutan bingung karena anak sedang ragu memilih bidang mana yang ia hendak tekuni di perkuliahan?

Beberapa orangtua meminta anak mengikuti jejak mereka. Karena ayah dokter, anak juga harus jadi dokter. Yang lain mendatangi biro psikologi untuk berkonsultasi mengenai bidang apa yang cocok untuk sang anak. Sisanya menyerahkan semua keputusan tersebut kepada anak – meskipun belum tentu anak sudah punya pilihannya sendiri.

Namun di suatu belahan dunia, Noe Rueda sudah membulatkan tekadnya. Ia memilih menekuni bidang pemasaran saat berkuliah, selagi menjadi seorang wirausahawan muda. Pembelajaran di kelas sang guru SMA, Alex Fernandez, menjadi batu loncatan Noe untuk menentukan arah karier.

Kembali mengobrol dengan sang guru, Noe mengungkapkan bahwa sedari kecil ia memiliki misi hidup yang sederhana: membantu sang ibu mencukupi kebutuhan keluarga. Noe Rueda tinggal dalam sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu dengan empat anak di sebuah daerah miskin di Chicago bagian barat.

“Kalau Ibu berhasil mengumpulkan $8,000 dalam setahun, ia akan sangat bahagia karena berhasil mengumpulkan uang sebanyak itu,” tutur Noe.

Di umur delapan tahun, Noe mulai berjualan sisa stok bahan pembersih yang tak digunakan sebuah pabrik di dekat rumahnya. Uang hasil berjualan digunakan Noe untuk membeli lebih banyak stok, dan di situlah usaha kecil-kecilannya dimulai.

“Saya tidak mendapatkan banyak uang. Sekitar, dua puluh dollar seminggu? Namun bagi anak berumur delapan tahun seperti saya, Anda bisa merasa menjadi jutawan dengan uang tersebut. Saya bisa saja menggunakannya untuk membeli komik. Tetapi saya bahkan tidak membeli kartu Pokemon.”

Noe memberikan uang hasil berjualan pada sang ibu. Ia ingat betul, pertama kali ia memberikan uang tersebut, sang ibu sedang memasak di dapur. Saat itu, Noe kecil berkata, “Bu, aku tahu Ibu tak punya banyak uang, jadi ini 15 dollar yang aku hasilkan dengan bekerja.”

Ibu Noe mematikan kompor, kemudian menangis dan memeluk Noe kecil. Kejadian tersebut mempertajam misi hidupnya: menghasilkan uang untuk keluarga.

bakat anak bercerita arah karier

 

Alex Fernandez sendiri adalah seorang guru SMA yang mengajar di bidang IPS. Ia memanfaatkan kurikulum bertajuk StoryCorpsU untuk menyentuh kehidupan para siswanya.  Ia sadar bahwa banyak siswanya yang belum memiliki ‘navigasi’ untuk membantu mereka mencapai tujuan yang mereka inginkan di masa depan. Aktivitas bercerita yang diadakannya memberi kesempatan bagi para siswa mengenal orang-orang yang telah menentukan arah kariernya.

Melalui foto dan cerita, para siswa ditantang Alex untuk memilih satu orang yang kisah hidupnya terasa akrab dalam kehidupan mereka, dan secara bergantian, satu kelas membahas mengapa mereka memilih orang tersebut. Bagi Alex, kesempatan ini membuat para siswanya dapat mendengarkan berbagai kisah hidup yang memanusiakan mereka, yang sudah bergelut dengan banyak teks dan tugas. Kisah orang-orang biasa yang mampu menggugah mereka dari kegamangan memilih jalan hidup.

“Terdapat tiga pertanyaan penting yang perlu anak-anak renungkan agar dapat mencapai apa yang ingin mereka raih dalam hidup. ‘Apa yang sudah kamu tekuni sebelumnya?’ ‘Apa yang sedang kamu kerjakan hari-hari ini?’ dan ‘Ke mana kamu akan melangkah selanjutnya?’ Pertanyaan-pertanyaan tersebut direfleksikan melalui aktivitas bercerita yang kami lakukan,” ungkap Alex Fernandez.

Aktivitas tersebut membuahkan hasil, yang salah satunya dinikmati oleh Noe Rueda. Melalui kelas sang guru, ia berkesempatan mendapatkan beasiswa kuliah sesuai dengan apa yang digelutinya, yakni menjadi wirausahawan. Alex Fernandez kemudian kembali mengajak Noe – yang saat itu telah berkuliah – untuk menuturkan kembali kisah hidup dan arah karier yang telah ditentukannya, kisah yang sudah kita simak di atas.

Kita sebagai orangtua juga dapat membantu menggugah anak dari kegamangan mereka, dengan mengobrolkan tiga pertanyaan tersebut. Pertanyaan pertama mencerminkan apa yang sudah menjadi kegemaran yang anak tekuni, atau topik yang mereka sukai. Pertanyaan kedua mencerminkan tentang hasil belajar terkait kegemaran atau topik kesukaan anak. Pertanyaan terakhir mencerminkan bagaimana anak menggunakan hasil belajar mereka untuk belajar berkelanjutan.

Dan seperti yang dilakukan Alex Fernandez, Ayah Ibu dapat menggunakan kisah orang-orang terdekat anak sebagai cermin perjalanan hidup yang nantinya akan ditempuh sang anak, untuk menentukan arah karier dan misi hidup yang otentik baginya.

Apa tips Ayah Ibu dalam memandu anak menentukan arah kariernya sendiri?

 

Foto oleh Alex Fernandez

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d