4 Tips Membangun Relasi Positif dengan Guru Anak

Diposting oleh:

Bakat Anak – Sudahkah Ayah Ibu berkenalan dengan guru baru anak?

Apa yang membuat anak Ayah Ibu sukses di sekolah? Anda mungkin memikirkan beberapa faktor. Misalnya, kualitas sekolah, guru yang oke, atmosfer belajar dan teman-teman yang baik, dan sebagainya. Namun pernahkah tercetus dalam pikiran Ayah Ibu bahwa kita, para orangtua, punya peran penting dalam mengantarkan anak pada prestasi akademik di sekolah?

Bagaimana orangtua bisa menjadi faktor penting dalam keberhasilan anak di sekolah, saat kita tidak ikut bersekolah? Tentu saja, ada berbagai bentuk keterlibatan orangtua dalam pendidikan formal anak. Semisal, dari yang seteknis melengkapi peralatan sekolah anak, bertanya mengenai kegiatan dan perkembangan anak di sekolah, sampai memberikan aspirasi dalam komite sekolah.

bakat anak relasi positif guru

Penelitian yang dilakukan oleh Southwest Educational Development Laboratory memperlihatkan bahwa apapun latar belakang dan tingkat ekonomi orangtua, mereka yang peduli dan mau melibatkan diri dalam mengawal proses belajar anak di sekolah, memiliki kemungkinan lebih besar melihat anaknya (1) memperoleh hasil belajar yang bagus, (2) berhasil di berbagai mata pelajaran, (3) menghadiri berbagai kegiatan di sekolah secara teratur (dan tidak membolos), (4) memiliki kecakapan sosial dan perilaku yang lebih baik, serta dengan mudah beradaptasi dengan sekolah, dan (5) lulus dan mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Mungkin Ayah Ibu bertanya-tanya, bagaimana kita bisa secara optimal terlibat dalam pendidikan formal anak di sekolah. Namun, sebenarnya kita sudah tahu jawabannya: mengenal ‘orangtua kedua’ anak di sekolah, yakni guru-guru mereka. Jika Ayah Ibu mengantar anak di hari pertama sekolah mereka, Ayah Ibu berkesempatan untuk bertegur sapa dengan guru anak untuk pertama kalinya.

Sebagai partner pendidik kita, guru melihat, mencatat, dan mengevaluasi proses belajar anak di sekolah selama setahun ke depan. Salah satu cara terbaik untuk terlibat dalam pendidikan formal anak, adalah dengan membangun relasi positif dengan partner Ayah Ibu: para guru! Setidaknya, ada empat hal yang harus kita renungkan untuk memulai relasi yang positif dengan guru anak. Apa saja?

relasi-positif-guru-anak

Pertama, hargai guru sebagai partner kita dalam mendidik anak. Ayah Ibu memang pendidik anak yang utama, namun guru anak juga memiliki pengetahuan dan wawasan tentang anak kita. Pengetahuan dan wawasan yang mungkin luput dari perhatian kita – karena bisa jadi perilaku anak di sekolah berbeda dengan perilaku anak di rumah. Hargai guru sebagai partner pendidik, dan saat Ayah Ibu mengetahui bahwa anak memiliki masalah di sekolah, jangan langsung menyemprot guru. Relasi positif dengan guru berarti  bekerja sama dalam membantu anak menyelesaikan masalah-masalahnya dalam belajar.

Kedua,hargai hubungan anak yang unik dengan gurunya. Sebagai partner belajar anak, guru adalah orangtua kedua yang bisa jadi merupakan orang dewasa yang akan dikenal baik (atau buruk) oleh anak di luar keluarganya. Seperti anak yang punya caranya sendiri untuk mengobrol, mengutarakan sesuatu, bahkan bersenda gurau dengan orangtuanya, mereka akan mengembangkan cara sendiri untuk membangun hubungan yang positif dengan guru mereka. Hargai cara anak.

Ketiga, jangan meninggikan anak. Ayah Ibu tentu punya uneg-uneg sendiri tentang anak yang ingin disampaikan pada sang guru, termasuk kekuatan dan bakat anak. Informasi ini sebenarnya berguna sebagai catatan guru saat mengajar dan mendidik anak di kelas, namun utarakanlah dengan wajar. Saat Ayah Ibu terlalu meninggikan anak di hadapan guru, kita bisa mengesankan bahwa guru kurang mampu mengajar anak seberbakat anak kita. Percayalah bahwa guru, sebagai partner kita dalam mendidik anak, juga tahu apa yang terbaik untuk anak.

Terakhir, ingat kembali persepsi kita tentang sosok guru. Tentu, sebagai seorang yang pernah sekolah, kita pasti ingat betul siapa guru favorit dan siapa guru yang paling menyebalkan – mereka adalah yang paling diingat, seperti halnya guru mengingat murid yang cemerlang dan murid yang nakal. Persepsi kita mengenai sosok guru bisa mempengaruhi cara kita memandang dan menjalin hubungan dengan guru anak – dan jika Ayah Ibu punya pengalaman buruk dengan guru, jangan sampai hal tersebut terbawa pada guru anak saat ini.

Apa rencana kerja sama Ayah Ibu dengan guru dalam mendukung proses belajar anak di sekolah?

 

Foto oleh Wonderlane

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss