4 Tips Bikin Pengembangan Bakat Anak lebih Seru dan Bermakna

Diposting oleh:

Bakat Anak – Apa yang harus kita lakukan dalam mengembalikan belajar dan hadirkan personalized learning dalam pengembangan bakat anak?

Kita telah belajar bagaimana mengembalikan belajar pada anak membawa banyak dampak positif, termasuk dalam pengembangan bakat anak. Kita mungkin sudah memahaminya, namun bagaimana menerapkan pemahaman tersebut dalam memandu anak mengembangkan bakatnya?
tips pengembangan bakat anak personalized learning

Pertama, kenali minat anak Anda saat ini. Sebagai orang terdekat sekaligus pendidik utama anak, Ayah Ibu memiliki peran untuk mengenal anak sedalam-dalamnya. Bahkan, saat Anda tidak berperan langsung sebagai pelatih atau guru dalam pengembangan bakat anak, sepatutnya Anda mengenal minat dan kesukaan anak.

Saat anak tertarik mempelajari sesuatu, ia akan lebih cepat belajar. Itulah sebabnya, saat kita sebagai orangtua memahami apa yang sedang disukai anak saat ini, kita bisa menggunakan pengetahuan tersebut untuk memandu anak lebih cepat belajar, menekuni bakatnya. Minat dan keingintahuan adalah jembatan untuk menekuni bakat di tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Kedua, tantang anak mengerjakan proyek bakatnya sendiri. Baik saat Ayah Ibu membimbing langsung proses pengembangan bakat anak, maupun menggandeng lembaga bakat, anak pun memerlukan me time dalam menekuni bidang bakat yang dipilihnya.

Apa arti me time yang saya singgung dalam paragraf sebelumnya? Kesempatan khusus yang diberikan pada anak untuk menggagas sendiri proyek bakat untuk dikerjakan oleh anak. Orangtua atau pelatih memang menyiapkan desain dan topik belajar untuk dikuasai anak, namun ada kalanya kita perlu mengajak anak untuk menyiapkan idenya sendiri dalam mengembangkan bakat.

Anak Anda berbakat di bidang musik? Tantang untuk membuat cover lagu kesukaannya. Hobi memasak? Pancing anak untuk membuat makanan favoritnya. Tentu saja, belajar tidak sekadar mempertimbangkan minat anak, namun juga tingkat kesulitan yang ditempuh anak dalam berkembang. Kesukaan anak tidak bisa dijadikan alasan untuk menghindari kesulitan – justru keduanya harus dipadukan.

Baca juga:

Tidak ada artikel sejenis

Ketiga, bicarakan capaian anak dalam menyelesaikan tantangan belajarnya. Salah satu cara memantau pengembangan bakat anak adalah dengan bertanya pada anak. Kita tak bisa hanya melihat kemajuan anak dengan melihat nilai atau prestasi yang diraihnya, namun bagaimana perasaannya terhadap apa yang dilakukannya selama ini.

Ada anak yang mungkin menyabet berbagai kejuaraan, namun hatinya berkata lain: bukan ini yang saya inginkan. Anak punya suara sendiri, baik apakah ia cukup mudah atau justru kesulitan belajar di bawah bimbingan pelatihnya sekarang. Apakah berbagai tantangan belajar dalam bidang bakat yang ditekuninya cukup membuatnya belajar hal-hal baru, atau sebenarnya anak tidak merasa bermakna saat telah menyelesaikannya?

Mendengarkan suara anak adalah langkah awal memandu anak berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam konteks pengembangan bakat anak.

belajar-pada-anak

Keempat, perbanyak komunikasi dengan pelatih bakat anak. Beberapa bakat mungkin dapat ditangani Ayah Ibu dengan membimbing anak langsung. Namun bakat tertentu membutuhkan pelatih atau guru, terutama saat bakat anak membutuhkan keahlian khusus. Dalam kasus ini, kita perlu melibatkan mitra pendidik anak, baik lembaga bakat yang menaungi pengembangan bakat anak secara umum, sampai pelatih pribadi anak, yang langsung terjun dalam proses pembelajaran.

Ayah Ibu dapat mendiskusikan tiga poin pertama, sehingga pelatih juga bisa memberi kesempatan agar anak belajar sesuai keunikannya. Mintalah pelatih bakat anak untuk mengamati momen-momen saat anak cepat tanggap terhadap materi baru, atau hal apa yang sekiranya cepat membuat anak bosan berlatih.

Saat pelatih atau guru anak mampu mengenali minat anak, mereka tak akan sekadar mengajar, namun lebih mudah mendampingi anak mengembangkan bakatnya. Tentu Anda ingat bahwa saat topik yang kurang menarik dikaitkan dengan minat anak, mereka akan lebih mudah belajar, seperti telah dibahas di artikel tentang kepo ini.

Mengapa tidak mengembalikan belajar kepada anak, jika hal tersebut membuat pengembangan bakat anak lebih bermakna buat mereka?

Apa pertanyaan yang akan Ayah Ibu ajukan ke pelatih bakat anak dalam mendiskusikan perkembangan bakat anak Anda?

 

Foto oleh Fred Mancosu

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss