Inilah Pengertian Bakat Anak yang Harus Dipahami Orangtua

Diposting oleh:

Bakat Anak – Apa sebenarnya pengertian bakat anak? Bila tidak paham pengertiannya, bagaimana orangtua bisa mengembangkan bakat anak secara optimal?


Saya beberapa kali mendapat cerita dari orangtua mengenai anaknya yang mempunyai bakat menggambar karena suka menggambar dan pernah menjadi juara lomba menggambar di TK. Pengertian bakat seringkali kita temui dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial. Arti bakat seringkali dipertukarkan dengan pengertian minat dan kecerdasan majemuk. Apakah bakat itu? Apakah ketika anak senang menggambar berarti anak punya bakat menggambar? Apakah ketika anak mahir menggambar berarti anak punya bakat menggambar? Pemahaman mengenai bakat ini penting bagi orangtua, karena dengan pemahaman yang tepat maka orangtua dapat mengembangkan bakat anak. Mari kita ulas pengertian minat, bakat anak, dan kecerdasan majemuk.

Seorang anak lahir telah membawa profil kecerdasan majemuk tertentu. Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan majemuk adalah kemampuan biopsikologis dalam mengolah informasi (komputasi) untuk menyelesaikan persoalan atau menciptakan karya yang bermakna pada sebuah konteks budaya. (Baca: 16 Aktivitas Kecerdasan Majemuk untuk Mengenal Bakat Anak Anda)

Kecerdasan, Minat dan Bakat Anak 2

Contoh, anak dengan kecerdasan aksara berarti mampu memahami kalimat yang dibacanya, mengolah kata-kata, atau menulis cerita. Terampil mengolah informasi dalam bentuk bahasa. Berbeda dengan anak dengan kecerdasan tubuh, mereka terampil mengolah informasi dari sel-sel syaraf di tubuhnya sehingga mampu bergerat gesit, mampu menjaga keseimbangan hingga melakukan gerakan yang sulit. Anak dengan profil kecerdasan berbeda akan menyelesaikan persoalan dan memenuhi kebutuhan dengan pola yang berbeda pula.

Anak kecil mempunyai rasa ingin tahu yang besar; keingintahuan yang membuatnya bergerak menyelidiki berbagai objek dan mencoba berbagai aktivitas. Minat adalah ketertarikan anak pada objek atau aktivitas tertentu. Tanpa anak mengenal suatu objek atau aktivitas, maka tidak terbentuk minat anak.

Berbeda dengan kecerdasan majemuk yang merupakan bawaan anak sejak lahir, minat muncul pada saat anak menemui sebuah objek atau aktivitas. Minat dapat diamati secara langsung melalui sikap dan perilaku anak. Kecerdasan majemuk butuh pengamatan sekaligus analisis terhadap perilaku anak.

Secara umum bakat anak dipahami sebagai kemampuan untuk melakukan suatu tindakan pada tingkat keahlian tertentu. Donald O. Clifton–seorang psikolog pendidikan–dan Marcus Buckingham merumuskan bakat anak sebagai pola pikir, perasaan, maupun tindakan yang berulang dan dapat diaplikasikan secara produktif. Senada dengan pendapat itu, Howard Gardner menyebutkan bakat anak sebagai aktivitas teratur yang dihargai masyarakat dan dapat dinilai berdasakan tingkat keahliannya. Ketiga pengertian tersebut–dengan istilah yang berbeda-beda– menyebutkan bahwa bakat anak adalah perilaku yang dihargai masyarakat dalam bidang tertentu.

Profil kecerdasan majemuk adalah potensi, bawaan lahir seorang anak. Profil kecerdasan majemuk menjadi mesin pengolah informasi yang digunakan anak dalam menggunakan obyek atau melakukan aktivitas yang diminatinya. Profil kecerdasan majemuk akan berkembang pada bidang yang sesuai dengan minat anak. Bila berkembang secara optimal, maka seorang anak bisa menunjukkan hasil karyanya pada masyarakat yang akan melakukan penilaian.

Contoh. Ada anak dengan kecerdasan musik yang menonjol. Orangtua sang anak mengenalkan dengan beragam alat dan aktivitas musik. Ia mencoba satu per satu dan ternyata ia paling berminat dengan alat musik piano. Karena berminat, ia belajar bermain piano. Perlahan tapi pasti ia bisa memainkan musik dengan piano sehingga enak didengar oleh orang lain. Ketika semakin pandai, banyak orang yang ingin mendengarkan permainan pianonya. Orang-orang pun mengundang sang anak untuk memainkan piano. Ketika kemampuan bermain piano sang anak diakui oleh masyarakat maka kita bisa menyimpulkan bahwa anak tersebut mempunyai bakat bermain piano.

Seorang anak menunjukkan perilaku bermain piano belum tentu bisa disebut mempunyai bakat bermain piano. Ia mempunyai kecerdasan musik dan berminat pada musik, tapi belum disebut sebagai berbakat. Bermain piano menjadi bakat ketika dinilai, diakui dan dianggap berharga oleh masyarakat.

Lalu bagaimana dengan anak yang suka menggambar pemandangan, apakah bisa disebut mempunyai bakat menggambar? Anak yang menggambar menggunakan kecerdasan imaji dan tubuh. Ia mungkin mempunyai minat terhadap pemandangan. Ia disebut mempunyai bakat menggambar bila aktivitas menggambarnya telah menjadi aktivitas produktif, aktivitas yang dihargai oleh masyarakat. Dengan pemahaman bakat anak seperti itu, maka pengembangan bakat anak adalah proses menumbuhkembangkan kecerdasan majemuk anak, sesuai dengan minatnya sehingga menjadi kemampuan dan karya yang dihargai oleh masyarakat.

Kecerdasan Majemuk: kemampuan mengelola informasi tertentu

Minat: ketertarikan anak pada objek atau aktivitas tertentu

Bakat anak: perilaku yang dihargai masyarakat dalam bidang tertentu

Ingin mengenal bakat anak? Baca Cara Mengenali Bakat Anak Melalui 5 Langkah Praktis.

Dengan mempraktekkan Pendidikan yang Menumbuhkan, orangtua dapat optimal mengembangkan bakat anak. Dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong serta bonus GRATIS poster mengenali kecerdasan majemuk anak, poster menstimulasi kecerdasan majemuk dan buku-e Hari Pertama Sekolah. Klik Buku.TemanTakita.com 

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye