Asyiknya Ngeblog, Asyiknya Belajar Putaran Ganda

Diposting oleh:

Bakat Anak – “Apa sih asyiknya ngeblog, Mai?”

Kala itu, seorang anak perempuan hanya termangu di depan laptop. Ia sedang kebingungan karena belum menemukan ide untuk memulai sebuah tulisan. Ups, ternyata sudah seminggu lamanya ia belum mengunggah tulisan baru.

Melihat anaknya yang sedang berpikir keras, sang ibu berpikir bahwa tak ada salahnya jika ia memberi pancingan ide tulisan kepada anaknya. Satu-dua pertanyaan tentang kegemaran sang anak mungkin akan berhasil.

“Sebenarnya kamu suka ngeblog atau tidak, Mai?”

“Suka dong, Mamski.”

“Lalu mengapa kamu suka ngeblog?”

bakat anak belajar putaran ganda

 

Sang anak kemudian menceritakan kepada ibunya beberapa alasan yang membuatnya suka menulis di blog. Blog itu sendiri awalnya dibuat oleh sang ayah untuk mengunggah video permainan piano anaknya dalam berbagai kesempatan. Selang beberapa waktu setelah diperkenalkan dengan blognya sendiri, sang anak pun mengajukan diri untuk belajar mengelola blognya.

Mendengar beberapa poin yang diceritakan anaknya, sang ibu pun memberinya ide.

“Sebenarnya alasan-alasan yang baru kamu sebut itu menarik untuk dituliskan juga, lho, Mai.”

Kalau Ayah Ibu sudah membaca buku Anak Bukan Kertas Kosong, Ayah Ibu tentu sudah tak asing lagi dengan cerita ini, bukan? Iya, anak ini bernama Damai, dan menulis di blog merupakan salah satu kegemarannya selain bermain piano. Kira-kira Ayah Ibu penasaran tidak, mengapa Damai gemar menulis di blog?

Jawaban dari pertanyaan Mamski, panggilan Damai untuk ibunya, dituliskan oleh Damai dua tahun lalu di sini. Ia menikmati menulis di blog karena dua hal: pertama, baginya menulis di blog itu bak bercerita di depan banyak orang – melalui tulisan – dan ia bisa mendapat tanggapan. Kedua, ia dapat belajar menulis dengan ngeblog.

Menariknya, Damai membuat sebuah tulisan serupa setahun setelah ia menuliskan jawabannya. Secara umum, alasan mengapa Damai menikmati menulis blog masih tetap, namun ada perbedaan antara tulisannya yang pertama dengan tulisannya yang lebih baru. Damai mampu menjabarkan dengan lebih lengkap, semisal bahwa dengan menulis di blog, ia dapat bercerita tanpa merasa malu. Ia pun mampu menilai tulisan-tulisan yang dibuatnya, semisal menceritakan salah satu tulisan yang disukainya.

Singkatnya, Damai semakin memiliki kendali atas proses dan hasil dari kegemarannya. Ia tak hanya mampu dan gemar menulis di blog, melainkan juga mampu melihat perkembangannya dalam belajar menulis. Damai melihat kembali dan mempelajari dirinya sendiri yang menulis. Ini disebut belajar putaran ganda, atau beberapa orang menyebutnya metakognisi. Metakognisi sendiri merupakan kemampuan berpikir tingkat lanjut, saat seseorang mempelajari pikirannya sendiri dengan tujuan meningkatkan kapasitas belajarnya. Ia tak hanya belajar sesuatu, namun juga memahami dan merumuskan cara dan tujuan belajarnya sendiri, yang bermakna bagi dirinya.

Dengan belajar putaran ganda, anak mampu menyadari hal-hal yang membuatnya dapat menghasilkan karya yang mengesankan, dan sebaliknya, jika apa yang dilakukan membuatnya kecewa. Anak semakin mampu belajar dan mengembangkan bakat secara mandiri, tanpa harus selalu bergantung pada orang dewasa. Tentu, belajar putaran ganda akan lebih mudah terfasilitasi melalui obrolan orangtua-anak yang reflektif, seperti yang dilakukan Damai dan sang ibu.

Menurut Ayah Ibu, apa pertanyaan-pertanyaan yang membantu anak belajar putaran ganda?

 

Foto oleh mkhmarketing

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d