Berhenti Sejenak untuk terus Berkarya: Hiatus untuk One Direction

Diposting oleh:

Bakat Anak – Kira-kira, mengapa Simon Cowell mendukung One Direction untuk hiatus sejenak?

Ayah Ibu mungkin mengenal One Direction dari anak – terutama remaja perempuan, yang menjadi basis penggemar mereka. Boy band bergenre pop yang baru saja kehilangan seorang anggotanya pasca mengundurkan diri, yakni Zayn Malik, kini beranggotakan empat pemuda, yakni Niall Horan, Liam Payne, Harry Styles, dan Louis Tomlinson. Terlahir dari ajang olah suara “X Factor”, mereka dikontrak Simon Cowell untuk menyanyi bersama di bawah nama One Direction.

Namun setelah hengkangnya Zayn Malik, para penggemar One Direction akan ditimpa kesedihan berlanjut karena dikabarkan bahwa boy band ini akan mengalami hiatus. Boy band ini sendiri belum secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan turun panggung untuk sementara waktu. Namun sang pengasuh mereka, Simon Cowell, mengutarakan bahwa ia mendukung apabila anak-anak ini membuat keputusan yang demikian.

bakat anak one direction

Diwawancara oleh The Sun, Simon Cowell menyarankan agar One Direction rehat sejenak setelah album terbaru mereka diluncurkan. Ia menekankan bahwa mereka sudah memiliki cukup banyak single dan lagu populer; kini saatnya bagi mereka untuk “beristirahat” dan “melakukan hal lain yang mereka inginkan”. Namun, Cowell berharap bahwa jika One Direction akhirnya mengambil keputusan ini, mereka dapat kembali di kemudian hari sebagai sebuah kelompok lagi, untuk tampil di atas panggung maupun menghasilkan karya baru.

Tentu saja, para penggemar dan fans One Direction akan kecewa apabila boy band favorit mereka harus hiatus. Namun, hiatus atau istirahat sejenak bukanlah barang baru di dunia musik. Tak dapat dipungkiri, tur dan tampil di atas panggung selama berbulan-bulan belum tentu sepenuhnya menyenangkan bagi seorang seniman. Memang, mereka akan mendapatkan penghasilan, namun sekaligus kejenuhan. Hal ini mungkin yang dilihat Simon Cowell sebagai pengasuh dari keempat pemuda jebolan X Factor yang kemudian mendunia tersebut.

Berhenti sejenak untuk terus berkarya, mungkin itulah yang ingin diekspresikan oleh Simon Cowell. Sama seperti dukungannya kepada One Direction agar mengambil rehat sejenak, berkarya pun memerlukan istirahat. Namun seringkali kita sebagai orangtua kurang memahaminya, sehingga anak didorong untuk terus mengikuti lomba dan berbagai ajang terkait bidang bakat yang ditekuninya. Dengan terus mengikuti ajang bakat, beberapa orangtua menganggap bahwa itulah cara bagi anak untuk terus berkarya. Padahal, meskipun pada akhirnya anak sering meraih juara, belum tentu anak mendapatkan pengalaman belajar dan penemuan pengetahuan baru, seperti yang ditekankan oleh Bukik Setiawan dalam buku Anak Bukan Kertas Kosong.

Anak memang perlu menunjukkan hasil belajar sebagai salah satu caranya berkarya, namun jangan sampai hal ini justru menimbulkan tekanan untuk anak. Malah, bisa jadi ia terpaksa mengikuti berbagai ajang bakat karena permintaan dan ego orangtua untuk melihat anaknya juara. Belum tentu sang anak belajar hal baru, dan justru menyurutkan semangatnya untuk berkarya karena merasa lelah. Tentu saja, hal ini dapat diketahui dengan menanyakan langsung kepada anak. Biarkan anak menunjukkan hasil belajar karena kemauannya sendiri.

Lagipula, berkarya tak harus dilakukan dengan mengikuti ajang. Berhenti sejenak dari ajang bakat bisa menjadi waktu buat anak mencari inspirasi baru untuk mengembangkan bakatnya. Atau, anak dapat juga berkarya dengan cara lain, misalkan dengan mengikuti magang dan belajar dengan orang-orang yang terlebih dahulu ahli di bidang bakat yang ditekuninya. Kalau tidak, anak dapat membuat arsip untuk menyusun portofolio bakatnya.

Kalau One Direction saja disarankan untuk hiatus, mungkin anak Ayah Ibu perlu waktu istirahat sejenak, yang justru memberi anak kesempatan untuk belajar berkelanjutan dan terus berkarya.

Sudahkah anak Ayah Ibu memiliki waktu khusus untuk menemukan ide-ide baru untuk berkarya?

 

Foto dicuplik dari sini

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye