3 Cara ini Membuat Anak Anda Berkarya seperti Seniman

Diposting oleh:

Bagaimana Ayah Ibu bisa membantu anak menghasilkan karya-karya kreatif bak seorang seniman?

Kita sering kali takjub dengan apa yang dihasilkan oleh tangan anak-anak sejak dini. Mereka memulainya dari media mana saja, termasuk menggambar di tembok dinding. Rasanya mereka tak kehabisan akal untuk berkarya. Namun saat anak beranjak besar, kita mungkin mendapati waktu-waktu di mana mereka tak lagi produktif. Ayah Ibu mungkin ingat kisah Ishaan yang berhenti menggambar saat mendapat banyak tekanan.

Salah satu inspirasi dalam berkarya adalah, tentu saja dengan melihat bagaimana seorang seniman bekerja. Jessica Nicoll dan Barry Oreck – keduanya adalah penari, peneliti, sekaligus pengajar – menjelaskan bahwa berpikir dan berkarya seperti seorang seniman melibatkan tiga hal, yakni mengajukan pertanyaan yang bermakna, menemukan minat, dan berkolaborasi untuk menciptakan karya baru.

bakat anak berkarya seperti seniman

 

Jessica dan Barry, bersama rekan-rekannya yang lain dalam ArtsConnection mencoba merumuskan bagaimana anak dapat “berpikir dan berkarya seperti seorang seniman” melalui berbagai pembelajaran seni yang mereka lakukan. Mereka menyebutnya “The Creative Learning Loop”, dan Ayah Ibu bisa memandu anak untuk terus berkarya – apapun bidang bakat mereka – dengan memperhatikan 3 langkah kreatif ini.

Pertama, beri kesempatan pada anak untuk menentukan capaian belajar dalam karya berikutnya. Seringkali orangtualah yang lebih banyak berperan dalam menentukan capaian anak, padahal target orangtua belum tentu sesuai dengan perkembangan bakat anak saat itu. Orangtua bisa mengajak anak untuk melihat kembali apa yang sudah anak kerjakan, sebelum menentukan capaian belajar yang baru. Tema lukisan yang baru, genre lagu berbeda, topik eksperimen lain, maupun pasar baru untuk dijelajahi bisa menjadi opsi.

Kedua, saat anak telah menyelesaikan tantangan dengan berkarya, orangtua bisa membantu anak menilai hasil belajar dengan memberikan masukan. Jessica dan Barry menyarankan untuk memulai dengan pujian yang spesifik. Tunjuk atau sebutkan bagian yang menonjol dari hasil belajar anak, misalnya, dalam permainan piano, anak melakukan performa terbaik di bagian reff.

Kemudian, Ayah Ibu dapat memberikan saran – sebagai penikmat hasil belajar anak – yang dapat membantu anak meraih capaian yang telah ditentukannya dengan lebih efektif. Saat anak membuat lukisan bertema ceria, ceritakan pada anak apakah Ayah Ibu tersenyum saat melihat karyanya. Ayah Ibu dapat menggunakan bahasa yang tepat, agar anak tidak merasa diperintah. Misalnya saja, “Mungkin kamu dapat membuat gestur si kucing lebih nyaman di pangkuan pemiliknya.” Biarkan anak merasa memegang kendali atas proses belajar mereka.

Terakhir, jangan lupa memberi kesempatan pada anak untuk menambahkan atau mengubah apa yang telah mereka kerjakan untuk ditunjukkan pada kesempatan berikutnya. Penting bagi anak untuk menyadari bahwa proses belajar itu berkelanjutan, dan mengamati perkembangan bakatnya dari satu titik ke titik berikutnya – bukan dengan fokus pada satu titik capaian saja.

Apa tips Ayah Ibu memberikan masukan pada hasil belajar anak?

 

Foto oleh Anne Fitten Glenn


panduan memilih sekolah untuk anak zaman now

Leave a Reply

Buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now
 icon
 icon
rss