Bocah 10 Tahun Membuat Aplikasi Matematika yang Menyenangkan

Diposting oleh:

Saat diwawancara, Hafizh, berhasil mencuri pagi saya. Anak usia 10 tahun membuat 3 aplikasi matematika, Quiz Matematika, Puzzle Kartini, dan Good Math. 

Good Math merupakan aplikasi matematika. Aplikasi ini masih terbilang baru karena diluncurkan pada bulan September 2017 kemarin. Lewat aplikasi ini, Hafizh, yang nama lengkapnya Muhammad Hafizh Bayhaqi, ingin mengajak anak-anak untuk belajar Matematika dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya anak-anak saja, Hafizh juga mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk bisa memainkan aplikasi matematika yang mempunyai slogan ‘Be Smart with Good Math’ ini.

Good Math bukan kalkulator, lho! Justru kita, yang memainkan, harus bisa menyelesaikan operasi Matematika, seperti tambah, kurang, bagi, kali, atau kombinasi dalam waktu singkat. Di sinilah tantangannya. Selain itu, ada empat level permainan yang bisa dipilih oleh pengguna sesuai kemampuannya, yaitu easy, hard, normal, genius. Genius merupakan tingkatan yang paling sukar.

Berbekal kesukaannya pada Matematika, Hafizh mulai membuat aplikasi matematika ini dengan menggunakan game engine unity. Sang Ayah membantu pengerjaan desain dan audio aplikasi Good Math. Sedangkan, untuk coding, Hafizh mengerjakan semuanya sendiri. Total, dibutuhkan waktu satu bulan untuk membuat aplikasi matematika, di mana Hafizh meluangkan waktunya lima jam perhari untuk coding.

Bocah 10 Tahun Membuat Aplikasi Matematika yang Menyenangkan

Saat ditanya menapa suka Matematika? Hafizh yang belajar melalui home-schooling ini menjawab mantap dan singkat, “Karena saya suka problem solving”. Hafizh mengaku, saat pertama belajar Matematika langsung suka. “Tidak ada yang sulit dalam Matematika,” katanya. Sejak kecil, Hafizh sudah bercita-cita menjadi profesor Matematika, seperti Yohanes Surya dan Hendra Gunawan, idolanya.

Anak-anak tetaplah anak-anak. Bagian ini membuat saya tersenyum kemudian. Kala itu, pembawa acara bertanya bagaimana cara mengajak teman-temannya untuk mengunduh aplikasi matematika ini, Hafizh menjawab sederhana, hanya memberi tahu temannya kalau ada aplikasi baru. Hafizh mengaku belum banyak yang berminat. “Pada males,” komentar Hafizh enteng.

Walaupun demikian, hal itu bukanlah sebuah halangan. Hafizh tidak menyerah dan ingin terus berkarya lewat bidang yang disukainya. Ke depan, Hafizh ingin membuat Good Math untuk area (luas dan keliling) dan pecahan. Wow, luar biasa bukan?

Tayangan sepuluh menit tadi yang menjelma menjadi tujuh paragraf tulisan ini membuat ingatan saya kembali ke masa kecil saya. Apa yang saya ingat tentang belajar Matematika di sekolah? Apa yang saya lakukan di usia sepuluh tahun? Karya apa yang berhasil saya buat dan bermanfaat untuk lingkungan saya?

Yuk, sama-sama kita jawab (dan akui) satu-persatu.

Saya ingat penggaris saya disita oleh guru saya karena memuat deretan perkalian yang disinyalir bisa dijadikan contekan saat ulangan. Saya ingat setiap pagi, sebelum pelajaran dimulai, Ibu guru memanggil saya dan teman-teman satu persatu di depan kelas untuk melafalkan lantang perkalian. Saya ingat setiap mencongak, hitungan saya buyar, karena saya deg-degan setengah mati. Saya ingat saya ketakutan meminta tanda tangan orangtua karena nilai Matematika saya 6. Saya ingat buku ulangan Matematika kami sekelas bersampul merah yang disimpan rapi di lemari kelas.

Pengalaman saya dengan Matematika di usia sepuluh tahun menjadi pengalaman kurang baik yang masih saya ingat sampai sekarang. Kala itu, bagi saya, bermain dan belajar Matematika adalah dua hal yang sangat berbeda, seperti bumi dan langit. Bermain adalah menyenangkan. Saya betah berlama-lama bermain. Sedangkan, Matematika itu menjemukan dan membuat saya pusing karena saya harus mengerjakan sesuatu yang tidak saya pahami. Tentu hal ini sangat jauh berbeda dengan Hafizh yang mampu membuat karya dari hal yang disukainya, dari Matematika menjadi aplikasi permainan Good Math.

Bocah 10 Tahun Membuat Aplikasi Matematika yang Menyenangkan

Bagaimana dengan pengalaman ayah dan ibu tentang Matematika?

TemanTakita percaya bahwa setiap anak mempunyai minat pada berbagai hal di lingkungannya. Sebagai orangtua atau orang dewasa di lingkungannya, kita wajib untuk menemani dan mendampingi anak dalam masa eksplorasi ini. Ketika sudah ketemu, minat akan menjadi fokus kegemaran belajar anak yang dapat membuka pintu-pintu pengetahuan lainnya. Berawal dari kegemaran, akan menjadi karya, dan menjadi misi sosial yang berdampak pada masyarakat.

Selain Hafizh, sebenarnya masih banyak anak-anak lain yang juga berhasil berkarya lewat bidang-bidang yang disukainya. Tonton aksi dan unjuk kebolehan mereka di laman Suara Anak.

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye