Folks Co-Gaming Space, Tumbuhkan Keakraban Melalui Board Game

Diposting oleh:

Bakat Anak – Kapan terakhir kali Ayah Ibu duduk bersama dan bercengkerama dengan anak – tanpa gangguan gawai (gadget)?

Kita memang tak bisa memungkiri bahwa teknologi mengubah segalanya, termasuk cara berkomunikasi kita. Menggunakan gawai dalam bentuk ponsel maupun tablet bisa sudah menjadi hal yang lumrah dalam keseharian. Anak pun tak luput dari gawai karena mereka juga melihat kedua orangtua mereka menggunakannya.

Yang menjadi masalah saat ini adalah saat keluarga belum mampu mengelola penggunaan gawai dengan tepat, terutama saat menghabiskan waktu bersama. Entah Ayah yang sibuk dengan pekerjaannya, Ibu yang mungkin asyik membalas chat dengan teman-temannya, ataupun anak yang keranjingan bermain game di tablet kesayangannya.

Gawai memang membuat yang jauh jadi dekat, namun sebaliknya juga, yang dekat jadi jauh. Tidak terpikirkan bagi kita untuk sekali waktu melakukan aktivitas bersama keluarga, yang saking asyiknya, membuat kita lupa dengan gawai kita. Aktivitas alternatif di mana Ayah Ibu bisa bersenang-senang dan tertawa bersama anak.

bakat anak folks 1

 

Danisworo Adisuryo berprofesi sebagai seorang pilot, dan profesi tersebut membuatnya hanya memiliki sedikit waktu bersama keluarga. Namun ia tak kehabisan akal; ia berpikir bagaimana waktu bersama keluarga yang sedikit itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jawabannya adalah permainan papan alias board game. Syukurlah, profesinya sebagai pilot memudahkannya untuk membeli board game di luar negeri.

Membawa board game ke tengah-tengah keluarga dan teman dekat, membuat teman-temannya titip membeli board game juga. Per 1 Juni 2014, Danisworo akhirnya membuka sebuah toko daring (online) untuk berjualan permainan papan. Dari situ ia berkenalan dengan banyak pemain board game. Sampai-sampai acara main board game bareng di rumah Danisworo setiap akhir bulan bisa dihadiri 30 orang.

Mengapa kita tidak membuat toko sekaligus tempat bermain board game, ya? pikir Danisworo. Ia lalu menggandeng dua teman yang punya pemikiran sama, Adimas Adiwoso dan Yasin Mochdie, untuk mewujudkan ide tersebut. Toko daring yang mulanya bernama Akimbo Board Game Shop berubah konsep, dan pada 11 April 2015 lalu, Folks Co-Gaming Space resmi berdiri. Nama tersebut menyerap ide tempat komunal co-working space, namun bedanya, di Folks kita bisa bermain board game bersama-sama.

“Kalau yang tidak kenal bisa berteman gara-gara main board game, tentu main board game dengan teman lama dan keluarga bisa membawa hasil yang lebih baik, kan?”

bakat anak folks 3

 

Folks sendiri sedang menggalakkan dua kampanye, yakni “Reconnect” dan “Digital Detox”. Tentang “Reconnect”, Folks berharap agar orang-orang yang mungkin secara fisik duduk berdekatan tetapi sibuk dengan gawainya masing-masing kembali terhubung dan berinteraksi. Mungkin tidak bisa setiap waktu keluarga bisa bermain bersama, namun ide ini diinisiasi agar seminggu sekali misalnya, Ayah Ibu dapat kembali menumbuhkan keakraban dengan anak melalui board game. Jadi jangan harap Ayah Ibu bisa mendapatkan sinyal WiFi di Folks Co-Gaming Space, ya, hehehe.

Digital Detox” sendiri merupakan kampanye agar kita tak melulu terpapar dengan gawai. Dengan bermain board game sebagai aktivitas alternatifnya, “Digital Detox” terutama sangat bagus untuk anak-anak yang masih perlu mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, dan kognitifnya.

Selain menjual board game, Folks Co-Gaming Space juga menyediakan berbagai board game untuk disewa dan dimainkan di tempat. Kita bisa juga membawa board game sendiri untuk dimainkan bersama teman-teman baru atau keluarga yang lain.

bakat anak folks 4

 

Sebagian board game koleksi Folks Co-Gaming Space tidak mengandung tema kekerasan maupun konten dewasa, sehingga ramah dimainkan orangtua bersama anak – tergantung usia anak tentunya, karena tiap board game punya tingkat kesulitan berbeda – kira-kira 25 judul. Jangan khawatir, Ayah Ibu yang belum pernah bermain board game akan dipandu oleh teman-teman Folks, seperti yang saya alami bersama teman saya awal Mei lalu. Teman saya yang kurang suka bermain game pun akhirnya kepincut bermain board game di kesempatan yang lain.

Ayah Ibu bisa bertanya maupun menyimak event-event yang rutin diselenggarakan Folks, seperti Folks Board Game Day dan Folks Family Day di laman Facebook mereka. Folks Co-Gaming Space yang terletak di Kemang Raya No. 69C ini, mengajak keluarga di Indonesia untuk menyempatkan diri secara rutin melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan banyak interaksi, seperti bermain board game.

Family that plays together, stays together.”

Apa kegiatan bersama yang Ayah Ibu lakukan untuk menumbuhkan keakraban dengan anak?

 

Foto pertama oleh thefolksid

Dokumentasi oleh Amelia Teanita

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d