Hari Kunjung Perpustakaan: Perlukah Mengajak Anak ke Sana?

Diposting oleh:

Bakat Anak – Sudah pernah mendengar Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh setiap 14 September?

Selamat Hari Kunjung Perpustakaan! Tunggu, Ayah Ibu belum pernah mendengarnya? Saya pun baru mendengarnya pagi ini di Twitter, dan mungkin ini salah satu hal yang mencerminkan citra perpustakaan di mata masyarakat Indonesia, yang bisa jadi berawal dari rendahnya minat membaca kita. Benarkah?

Hari Kunjung Perpustakaan yang sayangnya kurang populer ini, berawal dari niatan Presiden Soeharto untuk meningkatkan minat membaca masyarakat Indonesia. Digagas pertama kali pada 1995, peringatannya setiap 14 September juga bertepatan dengan Bulan Gemar Membaca. Lho, ternyata ada toh yang namanya Bulan Gemar Membaca? Sewaktu sekolah saja, saya hanya pernah mendengar Bulan Bahasa. Bagaimana dengan anak Ayah Ibu? Adakah acara spesial tentang membaca atau berkunjung ke perpustakaan di hari atau bulan ini?

bakat anak hari kunjung perpustakaan

Beberapa survei yang dilakukan hingga 6 tahun belakangan bisa mencerminkan kondisi minat membaca masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak kita. Survei OECD di tahun 2009 menunjukkan bahwa budaya baca masyarakat kita adalah yang terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur. Survei UNESCO di tahun 2012 mengungkap indeks membaca masyarakat Indonesia yang sangat rendah, yakni 0,001. Ini berarti dari setiap seribu penduduk, hanya ada seorang yang memiliki minat baca tinggi.

Berkaca di Hari Kunjung Perpustakaan ini, bagaimana nasib anak-anak kita di masa depan? Saya rasa kita semua sudah mengetahui berbagai manfaat membaca, baik untuk anak maupun orang dewasa. Sebagai orangtua, yang lebih sulit dari memahami manfaat membaca bagi keluarga adalah menjadi teladan membaca bagi anak. Beberapa waktu lalu saya sempat mendiskusikan hal ini dengan Fitriyana, pemilik sekaligus pengelola sebuah perpustakaan anak bernama Rimba Baca.

Mungkin ini tidak menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia sekarang, namun dari pengelola Rimba Baca ini, saya mendapatkan optimisme baru. Fitriyana yang sudah 4 tahun menekuni dunia perpustakaan melihat bahwa semakin banyak pasangan muda, para orangtua yang membawa anak-anaknya ke perpustakaan. Termasuk anak yang notabene belum bisa membaca. Mengenalkan dan membacakan buku bahkan sebelum anak mengenal huruf, dinilainya mampu meningkatkan minat membaca anak sejak dini. Seperti pepatah yang sering kita dengar tentunya, ‘tak kenal maka tak sayang’.

Tentu saja, kalau Ayah Ibu ingin melihat anak sayang buku dan gemar membaca, menjadi teladan membaca adalah kuncinya. Kita mungkin sibuk dengan pekerjaan kita, namun tak salah untuk menunjukkan kepada anak – minimal di rumah – bahwa Anda juga membaca. Membaca apapun, termasuk hal-hal yang berurusan dengan pekerjaan. Mengajak anak ke toko buku dan mengenalkan berbagai buku yang mencerdaskan? Lebih lagi.

Nah, berhubung hari ini adalah Hari Kunjung Perpustakaan, berkunjung ke perpustakaan bisa menjadi salah satu pilihan mengenalkan anak tentang serunya membaca. Memang, tidak semua perpustakaan dikemas menarik buat anak, sehingga Anda perlu sedikit berusaha mencarikan perpustakaan yang nyaman untuk keluarga. Siapa tahu, dengan mengajak anak ke perpustakaan, anak mulai kesengsem membaca buku!

Kapan terakhir kali Ayah Ibu mengajak anak ke perpustakaan?

 

Foto oleh Zaini Abdullah

 

 

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d