Inilah 4 Tipe Orangtua sebagai Teman Belajar Anak. Yang Manakah Anda?

Diposting oleh:

Bakat Anak – Dari keempat tipe teman belajar anak berikut, mana yang paling sering Anda perankan?

Orangtua adalah teman belajar utama dan terdekat dengan anak. Kita mendampingi segala proses dan kemajuan anak, baik dalam belajar maupun dalam pengembangan bakat mereka. Ternyata, dari berbagai penelitian yang dirangkum dalam The Power of Play, terdapat 4 tipe orangtua sebagai teman belajar anak. Apa saja tipe tersebut, dan siapa yang paling sering Anda perankan? Kita cari tahu, yuk!

1. Sang Pengamat

bakat anak 4 tipe orangtua sebagai teman belajar anak sang pengamat

Tipe orangtua sebagai teman belajar anak yang satu ini lebih memilih untuk mengamati kegiatan belajar anak, apapun itu. Tipe orangtua yang satu ini hanya sesekali memberi komentar, namun tanpa menyuruh atau sampai mengubah kegiatan belajar anak.

Mengapa di waktu-waktu tertentu orangtua memilih peran sebagai sang pengamat? Jawabannya adalah karena mereka ingin mendapatkan informasi tentang kebiasaan anak dalam belajar. Misalnya, berapa lama waktu anak bisa fokus dalam satu kegiatan, semisal belajar piano? Atau, hal-hal apa yang membuat anak cepat bosan belajar?

Informasi yang didapat akan digunakan orangtua untuk mengambil keputusan, apakah mereka akan tetap menjadi sang pengamat atau mengubah perannya sebagai teman belajar anak di kegiatan berikutnya. Bagaimana dengan Anda?

2. Sang Manajer

Tipe orangtua sebagai teman belajar anak yang satu ini, tidak terlibat langsung dalam proses belajar anak. Mereka justru memandu anak menyiapkan kegiatan belajarnya, termasuk membantu saat diminta anak (misalnya, saat anak Anda kesulitan mencari materi di internet, atau mengumpulkan bahan untuk prakarya).

Sebagai sang manajer, para orangtua yang memilih peran teman belajar yang demikian biasanya juga mengusulkan tantangan belajar tambahan untuk diselesaikan anak. Misalnya, saat anak sedang berlatih menulis cerpen, orangtua bisa mengusulkan plot atau karakter tambahan yang mungkin bisa lebih menghidupkan cerita. Namun ini hanyalah usul, sehingga anak tidak harus mengikuti ide orangtuanya.

3. Sang Pendukung

Tipe orangtua sebagai teman belajar anak yang satu ini, ikut dalam kegiatan belajar anak – namun bukan sebagai karakter utama, namun lebih sebagai sosok pendukung. Anak sendiri tetap beraksi sebagai pemeran utama dalam mengarahkan kegiatan belajarnya.

Nah, apa perbedaan sang pendukung dengan sang manajer? Peran sang pendukung terlibat langsung dalam proses belajar anak. Semisal, saat anak berlatih menyanyi, orangtuanya bisa mengiringi dengan piano – dan sebaliknya. Atau saat anak berlatih sepak bola, orangtuanya bisa menjadi kiper. Namun, orangtua tidak mengambil alih atau mengarahkan langsung jalannya proses belajar.

bakat anak 4 tipe orangtua sebagai teman belajar anak sang pendukung

Peran lainnya adalah memberikan contoh perilaku baru kepada anak untuk dilakukan dan dikembangkan anak. Ini mirip dengan bermain video game, Angry Birds misalnya. Pada awalnya kita diberi petunjuk sederhana bagaimana cara bermain melontarkan berbagai jenis burung pada sasaran. Namun saat masuk ke dalam permainan, pemain tak sekadar bermain sesuai petunjuk, namun juga berpikir dan berusaha menyelesaikan tantangan yang tersedia.

Artinya, dalam memberikan contoh perilaku baru, orangtua sebagai sang pendukung bertindak sebagai pemandu alias guide. Setelah petunjuk diberikan, anak harus menyelesaikan tantangan belajarnya sendiri. Jadi, bukan Anda yang mengerjakan tugas anak, ya?

4. Sang Pemimpin

Tipe orangtua sebagai teman belajar anak yang terakhir adalah sang pemimpin. Dari namanya saja, Anda pasti sudah bisa menduga apa peran tipe orangtua yang demikian. Ya, tipe teman belajar yang satu ini memiliki keterlibatan paling besar dibanding tipe yang lain dalam proses belajar anak. Mengapa? Karena di sini, orangtualah yang mengarahkan kegiatan belajar anak.

Lho, kok yang mengarahkan orangtua? Tentu ada sebabnya. Biasanya, hal ini dilakukan saat anak tidak punya ide tentang kegiatan belajar apa yang harus dikerjakannya. Tulisan “Membantu Damai Mengelola Blog” misalnya, mengisahkan bagaimana sang ibu memberi pancingan ide menulis, karena sudah cukup lama blog Damai tidak memuat tulisan baru. Ini berguna agar anak dapat terus mengelola kegiatan belajar dan pengembangan bakatnya. Oleh karena itu, satu-dua arahan bukannya tidak boleh dilakukan sama sekali.

Menjadi teman belajar anak

Nah, bagaimana kalau ternyata selama ini Ayah Ibu hanya condong ke satu tipe orangtua sebagai teman belajar anak saja? Tentu, peran yang fleksibel menjadi tuntutan bagi kita untuk mendampingi proses belajar dan pengembangan bakat anak. Bahkan, dalam sebuah kegiatan belajar, Anda sebenarnya bisa menjadi lebih dari satu tipe saja, lho.

Selama kita mau peka terhadap kebutuhan belajar anak – dari ide sampai ke hal teknis – percayalah bahwa sebagai orangtua, kita bisa memandu proses belajar anak secara optimal, tanpa harus menekan maupun menggurui anak. Selamat mencoba!

Tipe orangtua sebagai teman belajar anak mana yang perlu Anda tambahkan dalam memandu pengembangan bakat anak?

Dengan mempraktekkan Pendidikan yang Menumbuhkan, orangtua dapat optimal mengembangkan bakat anak. Dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong serta bonus GRATIS poster mengenali kecerdasan majemuk anak, poster menstimulasi kecerdasan majemuk dan buku-e Hari Pertama Sekolah. Klik Buku.TemanTakita.com 

Foto oleh Feliciano Guimarães dan xdxd_vs_xdxd

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye