Inilah Rahasia Anak Belajar Seasyik Bermain yang Harus Diketahui Orangtua

Diposting oleh:

Bakat Anak – Apa rahasia anak senang belajar?

Anak selalu tampak senang bermain. Sebaliknya, anak seringkali tampak benci belajar. Apa yang sebenarnya terjadi? Benarkah belajar selamanya tidak menyenangkan dan harus dipaksakan? Tidak. Rahasia anak belajar seasyik bermain berikut akan membantu Ayah Ibu menyingkap bagaimana anak dapat belajar dengan menyenangkan. Mau tahu?

bakat anak rahasia belajar seasyik bermain

Rahasia pembelajar alami

Pada dasarnya, manusia dibekali dengan kemampuan alami untuk belajar. Dari memanfaatkan api untuk mengolah makanan menjadi matang, menemukan kertas untuk mempermudah pencatatan, menciptakan mesin uap yang mengawali Revolusi Industri, manusia belajar banyak hal.

Saat ini, anak-anak kita pun belajar. Mereka dengan mudah belajar hal apapun yang mereka ingin tahu. Buktinya, meskipun banyak game di tablet berbahasa Inggris, anak dengan mudah memahami apa yang harus mereka lakukan untuk memenangkan permainan. Hal sederhana ini menjadi bukti bahwa sampai saat ini pun, baik orang dewasa maupun anak-anak, adalah pembelajar yang alami.

Tapi, anak saya tampak ogah-ogahan belajar pelajaran sekolah, tuh.

Seperti bermain, belajar pun bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Terutama, saat proses belajar tidak lagi alami, tidak seperti anak kecil yang belajar menggunakan gawai atau gadget. Itu sebabnya, kita perlu memahami bagaimana proses belajar secara alami terjadi, yakni saat belajar dikembalikan kepada si pembelajar, yakni anak-anak kita.

Belajar seasyik bermain

Dalam buku Anak Buku Kertas Kosong, Bukik Setiawan mencetuskan istilah belajar seasyik bermain, yang mencerminkan bagaimana anak belajar secara alami dan menyenangkan, yang sama serunya ketika anak sedang bermain. Maka, seperti anak-anak zaman sekarang yang gemar menggunakan smartphone, memahami rahasia belajar seasyik bermain diperlukan agar anak juga dapat gemar belajar.

Seperti apa sih, rahasia belajar seasyik bermain? Mari simak video pendek berdurasi sekitar 3 menit ini.

Rasa ingin tahu

Netnapa Saelee, yang akrab dipanggil Ju, kerap menemani sang ibu ke pasar. Saat itu, ia melihat seorang pedagang kecambah yang dengan mudah menjual barang dagangannya – alias laris. Ju penasaran, mengapa kecambah tersebut bisa laris. Ia pun bertanya kepada sang ibu, yang kemudian menjawab, “Karena hanya orang itu saja yang berjualan kecambah.”

Rasa penasaran Ju tidaklah spesial; semua anak memilikinya, tak terkecuali anak-anak kita. Mereka ingin tahu tentang banyak hal, termasuk hal-hal sepele di sekitar rumah yang luput dari perhatian orang dewasa. Belajar seasyik bermain dimulai dari rasa ingin tahu anak, yang harus direspon positif oleh orang dewasa, seperti yang dilakukan oleh ibu Ju. Sang ibu pun mengiyakan usul Ju untuk mencoba menanam kecambah – hal yang belum pernah dilakukannya sebelumnya.

Kesempatan belajar

“Mari kita coba.” Ucapan sang ibu kepada Ju menjadi respon positif atas rasa penasaran sang anak, yang membuat Ju melangkah ke tahapan bermain sambil belajar selanjutnya, yakni terbukanya kesempatan belajar. Kesempatan ini membuat Ju bersama sang ibu mencoba menanam kecambah, kegiatan yang baru pertama kali mereka lakukan.

Awalnya, Ju bersama sang ibu meletakkan biji-biji kecambah tersebut di bawah paparan sinar mentari. Ternyata, kecambah yang tumbuh tampak kecil dan kisut, tidak segar seperti yang dijual di pasar. Namun sang ibu tidak menyerah; ia yang hanya tamatan kelas 4 SD berusaha membaca buku bersama Ju tentang bagaimana menanam kecambah dengan benar. Ternyata, biji kecambah yang ditanam. harus diletakkan di tempat gelap.

Namun usaha keduanya belum berhasil. Kecambah yang tumbuh, hasilnya sama saja dengan percobaan pertamanya. Ternyata, kecambah butuh disiram secara teratur. Sang ibu sampai harus berpura-pura menutupi kesedihannya, karena tabungan mereka tinggal sedikit, sedang kegiatan menanam kecambah belum menghasilkan. Namun, di malam hujan deras saat itu, rumah bocor memberikan inspirasi buat sang ibu. Sang ibu bersama Ju kemudian membuat alat sederhana yang secara otomatis menyirami benih-benih kecambah mereka.

Pengalaman seru

Kisah hidup manusia memang merupakan serangkaian coba-dan-gagal, alias trial-and-error. Namun seketika kita berhasil, kita akan melompat gembira karena usaha kita selama ini ternyata tidak sia-sia. Demikian pula dengan kisah Ju bersama sang ibu. Menanti-nantikan kecambah yang tumbuh dengan segar, seperti yang dijual di pasar, adalah momen-momen menegangkan bagi mereka berdua. Namun, saat pada akhirnya usaha mereka berhasil, ini menjadikan tahapan ketiga belajar seasyik bermain tercapai: sebuah pengalaman seru.

Pengalaman seru inilah yang kemudian menjadi pegangan hidup Juu. Sang ibu yang terus memberi kesempatan “Mari kita coba,” membuatnya terkesan dengan proses belajar yang melibatkan percobaan dan eksperimen, terutama sains. Mulanya Ju adalah seorang penanam kecambah, namun pengalaman seru membawanya menjadi seorang doktor di bidang bioteknologi.

Kebermaknaan

Tahapan terakhir dari rahasia belajar seasyik bermain adalah kebermaknaan. Percobaan menanam kecambah ini sangat berarti buat Ju dan sang ibu. Ju melihat betapa sang ibu mau berusaha keras, dan tidak begitu mudah menyerah saat panen kecambah awalnya tidak seperti yang mereka harapkan.

Keberhasilan yang akhirnya dicapai membawa kecambah mereka selalu ludes terjual di pasar. Ini membawa kebermaknaan berikutnya bagi Ju, karena dengan belajar menanam kecambah dengan benar – dan berhasil menjualnya – Ju kecil pada akhirnya bisa mengenyam sekolah. Usaha mereka akhirnya terbayarkan – tidak hanya secara material saja – namun memberikan kesan mendalam bahwa pengalaman belajar ini sangat berarti.

Apa inspirasi yang Anda dapatkan dari kisah Ju dan sang ibu di atas?

Dengan mempraktekkan Pendidikan yang Menumbuhkan, orangtua dapat optimal mengembangkan bakat anak. Dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong serta bonus GRATIS poster mengenali kecerdasan majemuk anak, poster menstimulasi kecerdasan majemuk dan buku-e Hari Pertama Sekolah. Klik Buku.TemanTakita.com 

Foto oleh JD Hancock

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

2 thoughts on “Inilah Rahasia Anak Belajar Seasyik Bermain yang Harus Diketahui Orangtua”

  1. rani says:

    bahwa masih banyak PR untuk saya dalam mendampingi anak, semangat! 🙂

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss