Belajar Merumuskan Arah Karier dari Isyana Sarasvati

Diposting oleh:

Bakat Anak – Bagaimana lika-liku menelusuri arah karier yang dipilih anak?

Sebagian dari Ayah Ibu mungkin mengenal sosok Isyana Sarasvati, atau pernah mendengar namanya. Perempuan kelahiran 1993 ini merupakan penjelajah baru di ekosistem musik Indonesia berkat dua single-nya yang berjudul “Keep Being You” dan “Tetap Dalam Jiwa”. Meskipun dikenal sebagai penyanyi dengan genre yang lebih populer, cinta Isyana pada musik dimulai dengan perjumpaannya dengan musik klasik.

Lahir dan tumbuh bersama musik klasik, Isyana mulai menggandrungi genre tersebut sejak belia, saat berusia 7 tahun. Kepekaan orangtuanya membuat Isyana berkesempatan belajar musik secara lebih terstruktur, melalui kursus. Mendengarkan suara anaknya yang bagus, kedua orangtuanya tak segan-segan mengikutkan anaknya ke beberapa les musik.

bakat anak isyana sarasvati

 

Melalui kursus, Isyana Sarasvati semakin mengenal betapa luasnya dunia musik, termasuk melihat kenyataan bahwa terdapat beragam alat musik yang bisa ia pelajari. Ia kemudian memilih sendiri, setidaknya tiga instrumen: piano, flute, dan saksofon. Keputusannya untuk belajar memainkan berbagai alat musik merupakan dorongan dari dirinya sendiri, bukan permintaan dari kedua orangtuanya. Ia bahkan mengaku bisa menghabiskan delapan jam sehari untuk berlatih electone.

Adalah kakak Isyana yang mengenalkan adiknya ke genre musik yang lebih populer – setidaknya populer di kalangan anak muda. Isyana dikenalkan dengan musik R&B. Kemudian sang kakak meminta tolong adiknya untuk membuat video YouTube. YouTubelah yang menjadi pintu gerbang penjelajahan Isyana Sarasvati ke ekosistem musik yang lebih luas. Meng-cover lagu-lagu dengan versinya sendiri menjadi pengalaman bermusik pertama Isyana Sarasvati di YouTube. Ia semisal menyanyikan lagu “I Will Fly” dari Ten 2 Five atau “Rather Be” dari Clean Bandit dengan nuansa yang jauh berbeda.

Salah satu keputusan terbesar Isyana Sarasvati untuk menjalani arah karier di bidang musik adalah meninggalkan bangku kelas 2 SMA untuk berkuliah di Royal College Music Singapura. Kepiawaiannya dalam bermusik membuatnya ditawari beasiswa untuk berkuliah di sana. Setelah mengobrolkan hal tersebut bersama kedua orangtuanya, Isyana akhirnya membulatkan tekad untuk menjalani arah karier dengan lebih mendalami musik di Royal College Music.

Ketekunannya mengembangkan bakat bermusik membuatnya baru saja lulus dengan predikat cum laude. Ujian akhirnya, aku Isyana kepada Jawa Pos, menuntut dia mengerahkan segala kemampuannya, karena ia harus mengadakan konser tunggal dan menyanyikan empat lagu dengan empat bahasa berbeda: Inggris, Italia, Perancis, dan Jerman.

Melalui inspirasi Isyana Sarasvati, kita bisa belajar setidaknya 2 hal yang dapat Ayah Ibu pertimbangkan dalam membantu anak merumuskan arah karier. Arah karier Pertama, pastikan anak memang menggemari dan menekuni bidang bakat yang dipilihnya.

Bukan karena orangtuanya dokter, maka anak harus jadi dokter. Atau sebaliknya, bukan karena lagi tren lomba masak, anak ngotot minta dileskan memasak. Jika anak memang menggemari dan menekuni suatu bidang bakat, perilaku di rumah (tidak hanya di tempat kursus saja, misalnya) akan tampak. Mengapa? Karena bisa jadi, anak mengikuti kursus karena terpaksa. Sesudah sampai rumah, ia meletakkan semua perasaan terpaksanya dengan tidak menunjukkan bahwa ia menggemari apa yang dipelajarinya.

Kedua, ada konsekuensi yang harus dihadapi anak saat ia memutuskan untuk mengambil arah karier tertentu. Dalam kisah Isyana Sarasvati, ia harus menghadapi konsekuensi untuk tidak mendapat ijazah SMA saat memutuskan untuk mendalami musik di Royal College Music di Singapura. Namun ia punya kesempatan setahun lebih awal untuk semakin mengembangkan bakatnya. Di titik itulah ia harus memilih, mengambil kesempatan tersebut sekarang, atau menunda dan mencari kesempatan lain.

Di tingkat yang paling sederhana, saat anak memilih suatu arah karier tertentu, ia bertanggung jawab untuk menghabiskan waktu untuk belajar dalam bidang bakatnya secara berkelanjutan, selagi menjelajahi ekosistem bakatnya. Belajar untuk fokus dan berkomitmen terhadap apa yang anak pilih. Oleh sebab itu, Ayah Ibu dapat meluangkan waktu untuk mengobrolkan arah karier bersama anak – karena penjelajahannya akan berliku – baik tantangan maupun manfaatnya.

Apa tips Ayah Ibu dalam memandu anak merumuskan arah kariernya?

Dengan mempraktekkan Pendidikan yang Menumbuhkan, orangtua dapat optimal mengembangkan bakat anak. Dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong serta bonus GRATIS poster mengenali kecerdasan majemuk anak, poster menstimulasi kecerdasan majemuk dan buku-e Hari Pertama Sekolah. Klik Buku.TemanTakita.com 

Foto oleh Okezone

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss