Kehabisan Ide Cerita? Coba 5 Tips Bercerita Pada Anak Berikut Ini

Diposting oleh:

Bakat Anak – Pernah alami kesulitan bercerita pada anak karena kehabisan ide cerita?

Saya percaya banyak Ayah Ibu yang sudah memahami pentingnya bercerita pada anak, namun masih kesulitan dalam mempraktikkannya. Biasanya, masalah terletak pada tidak sempatnya orangtua menyiapkan kisah yang akan mereka ceritakan pada anak. Padahal, banyak hal yang bisa kita ceritakan, dan tidak harus melulu dongeng. Jadi, jangan khawatir kehabisan ide cerita – yuk coba 5 tips bercerita pada anak berikut ini!

bakat anak kehabisan ide cerita tips bercerita pada anak

1. Membacakan buku cerita

Mungkin ini bisa dikatakan cara termudah bercerita pada anak: dengan membacakan buku cerita. Untuk anak yang lebih muda, kita bisa memilihkan buku cerita bergambar, sedangkan untuk anak yang lebih tua, Anda bisa memilihkan buku cerita tidak bergambar yang lebih tebal.

Yang terpenting adalah memilih buku cerita dengan konten berkualitas dan sesuai umur anak. Caranya adalah (1) jika memungkinkan, baca buku yang sudah tidak tersegel, dan tidak kalah penting adalah (2) meminta rekomendasi buku cerita anak dari sesama orangtua. Grup Facebook Pengembangan Bakat Anak bisa menjadi tempat berbagi judul buku cerita yang bagus untuk anak!

2. Dongeng sebelum tidur

Bisa dibilang ini cara terklasik bercerita pada anak: mendongeng sebelum tidur. Kalau saya dulu malah didongengin sewaktu memijat punggung Bapak saya, hehehe. Ayah Ibu bisa memilih dongeng dari Nusantara maupun luar negeri, dan jangan ragu untuk memodifikasinya saat mendapati hal-hal yang kurang tepat didengar dan dicerna oleh anak.

Misalnya, kita bisa mengganti penokohan yang hitam-putih, alias 100% benar atau 100% salah. Tidak ada manusia yang begitu, kecuali di sinetron-sinetron kita. Atau, mengubah jalan cerita yang fatalistik, semisal yang tidak memberikan kesempatan tokoh yang salah untuk mengubah dirinya.

3. Bercerita tentang masa kecil

Pernah dengar lirik lagu ini “Yo para kanca dolanan ning njaba, padang mbulan, padange kaya rina“? Lagu daerah ini menceritakan bagaimana anak-anak bermain di luar di malam hari saat bulan bersinar, yang pemandangannya tidak mungkin kita saksikan hari-hari ini. Sekarang kalau sudah malam, anak sudah sibuk dengan PR, les-lesan, atau malah menonton televisi.

Anak adalah generasi yang berbeda dengan ayah ibunya, yang tentu mengalami banyak hal yang jauh berbeda dengan orangtuanya. Bercerita pada anak tentang masa kecil kita adalah salah satu pilihan yang mudah karena kita menceritakan diri kita sendiri, sekaligus memberikan bayangan bagi si anak tentang kehidupan Ayah Ibu sebagai anak-anak. Ternyata, kehidupan anak-anak dulu tak kalah seru dengan anak-anak sekarang!

4. Bercerita tentang pekerjaan

Ide bercerita pada anak yang satu ini seringkali luput dari benak para orangtua. Hal ini mungkin disebabkan karena kita berpikir anak tidak perlu tahu urusan ayah ibunya, atau menganggap bahwa anak akan sulit memahami dunia orangtuanya. Padahal tidak juga, karena semua tergantung bagaimana kita menyampaikan apa sih kegiatan kita kepada mereka.

Bercerita pada anak tentang pekerjaan Anda punya banyak manfaat. Pertama, anak jadi tahu apa sih sebenarnya yang dikerjakan oleh orangtuanya setiap hari. Kedua, Anda bisa mulai menjelaskan bagaimana kondisi finansial keluarga, dan mengapa orangtua harus mencari nafkah buat anak-anaknya. Saat anak diberikan pengertian dengan cara yang menyenangkan, mereka akan lebih mudah memahami kondisi orangtuanya. Dan tentu saja, rengekan anak akan berkurang, yang tentu saja mendamaikan hati Ayah Ibu.

5. Bertukar cerita dengan anak

Nah, jangan cuma bercerita pada anak saja – bertukar ceritalah dengan mereka! Salah satu jalan membangun komunikasi yang baik dengan anak adalah dengan bercerita, dan saat anak melihat Anda antusias bercerita, anak akan lebih mudah melakukan hal yang sama. Jadi kalau Ayah Ibu tidak ingin melihat anak diam, mulailah bercerita.

Saat anak mulai terbuka tentang dirinya, Ayah Ibu bisa mengetahui banyak hal: minat dan harapan anak, tantangan dan kesulitan, bahkan termasuk masalah yang dialami anak di sekolah. Ini mempermudah Anda untuk membantu anak tumbuh menjadi manusia yang bahagia dalam segala aspek, termasuk dalam pengembangan bakatnya.

Ya, semua dimulai dengan bercerita. Jadi, kapan mau mulai bercerita pada anak?

 

Apa tantangan yang dialami Ayah Ibu saat bercerita pada anak?

 

Foto oleh kodomut

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye