3 Langkah agar Anak Terpikat Belajar saat Kembali Bersekolah

Diposting oleh:

Bakat Anak – Minggu-minggu pertama sekolah sudah berjalan, eh anak enggan belajar.

Secepat liburan berakhir, secepat itulah bangku-bangku terisi dan halaman-halaman buku dibalik. Saat musim sekolah kembali dimulai, anak kembali menjalani rutinitas sebagai seorang pelajar. Kegiatan utama seorang pelajar tentu adalah pelajar, dan tahun ajaran baru berarti petualangan belajar baru bagi anak.

Namun, tak jarang kegiatan belajar di kelas dalam minggu-minggu pertama sekolah justru tidak memancing anak untuk kembali terpikat belajar.

bakat anak terpikat belajar

Tak dapat dipungkiri, liburan menjadi penyebab anak punya keengganannya sendiri untuk mengalir dalam ritme belajar yang ditentukan guru di sekolah. Bukan berarti anak sama sekali tidak belajar saat liburan lho, Ayah Ibu. Saat liburan, anak punya cara dan mengendalikan proses belajarnya sendiri. Kondisi ini tentu berbeda dengan sekolah yang memiliki ritme belajar khusus yang telah disusun dalam kurikulum.

Hanya saja, seperti yang telah saya singgung, tidak semua guru dapat membuka minggu-minggu pertama sekolah dengan cara yang membuat anak terpikat untuk melangkah, mengikuti ritme belajar bersama-sama. Kalau hal tersebut terjadi, ketertarikan anak untuk belajar hal baru akan menurun, sama seperti kita akan malas meneruskan menonton film saat adegan pembukanya tak memancing rasa ingin tahu.

Apa salah satu hal yang membuat anak tidak terpikat belajar di kelas? Dalam buku “Drive: The Surprising Truth about What Motivates Us” yang ditulis Daniel Pink, salah satu alasannya adalah saat hal baru yang dipelajari terasa asing dan tidak memiliki keterkaitan dengan dunia anak saat ini. Apa gunanya belajar trigonometri, misalnya. Hal ini membuat anak hanya punya alasan eksternal untuk belajar: ya karena itu materinya, atau karena disuruh. Bak seorang petualang yang kebingungan mengapa harus membawa pisau saat menjelajah rimba.

Sebagai orangtua, kita tentu ingin tidak ingin melihat anak belajar hanya karena disuruh, namun belajar karena kemauan dan ketertarikannya sendiri. Apa  yang kemudian bisa kita lakukan sebagai orangtua agar anak terpikat belajar saat kembali bersekolah? John McCarthy, seorang konsultan pendidikan, berbagi tiga tips yang bisa Ayah Ibu manfaatkan dalam mendampingi anak belajar.

3-langkah-terpikat-belajar

Pertama, pancing anak mengaitkan materi pelajaran dengan minatnya. Lebih dari sekadar menemani anak mengerjakan PRnya, diskusikan bagaimana materi yang sedang dipelajarinya saat itu terjadi di sekitar anak – semakin mudah saat dikaitkan dengan minat dan kebutuhan anak. Sama seperti bagaimana anak yang tidak pernah sekolah pun lihai menghitung uang, tanpa perlu ikut bimbel atau kursus aritmatika. Misalnya, saat anak Anda yang suka es krim belajar tentang perubahan zat, tanyakan padanya mengapa es krim perlu disimpan dalam lemari pendingin.

Kedua, ajak anak bertemu langsung atau mendengarkan pendapat pakar. Pakar tidak selalu seorang ilmuwan yang bekerja di NASA – bisa jadi pakar yang anak butuhkan adalah abang penjual sate yang setiap malam melewati depan rumah kita. Guru di kelas mungkin bisa bercerita tentang teori A dan B, namun orang-orang yang memang terjun di bidangnya, akan lebih terdengar meyakinkan saat bercerita tentang hal yang sama kepada anak. Ajak anak untuk bertanya apapun yang ingin dia ketahui, seperti mengapa abang penjual sate membutuhkan kipas untuk menjaga agar arang tetap membara. Kalau ditelusuri, anak ternyata belajar tentang sains!

Ketiga, pandu anak menerapkan konsep yang dipelajari untuk menyelesaikan tantangan. Kegiatan ini penting agar anak dapat melihat sendiri konsep yang dipelajarinya benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang sebenarnya terjadi dalam keseharian anak mungkin luput dari perhatiannya, sehingga anak butuh mengalami langsung dan merefleksikan apa yang baru saja ia saksikan.

Ayah Ibu misalnya, dapat menantang anak untuk menjawab berapa waktu minimal untuk mengubah telur mentah menjadi telur rebus dengan kuning telur yang benar-benar padat. Saat anak kemudian bereksperimen dan menemukan hasilnya, Anda dapat melihat sendiri ketakjuban anak tentang apa yang baru saja dipelajarinya.

Apa ide Ayah Ibu dalam membantu anak kembali terpikat untuk belajar?

 

Foto oleh Mus Zaenudin

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye