Donald Gould: Dari Tunawisma Kembali menjadi Musisi

Diposting oleh:

Bakat Anak – Apakah Ayah Ibu pernah mengulang kembali usaha atau karier yang pernah gagal?

Minggu lalu, sebuah video tersebar secara viral di Facebook. Seorang tunawisma dengan pakaian dan penampilan sederhana, terlihat memainkan sebuah gubahan klasik melalui tuts-tuts piano. Video tersebut diunggah ke YouTube, dan dengan cepat ditonton, sampai menembus angka 5 juta. Dan saat sang perekam, Aurore Natasha dan Dylan Henry memutuskan untuk mengobrol dengan sang tunawisma, terungkaplah sebuah kisah yang menarik.

Bahwa kita dapat memulai kembali segala sesuatunya, bahkan setelah terpuruk. Termasuk perjalanan karier kita.

Video yang dapat Ayah Ibu tonton dalam artikel ini menunjukkan seorang bernama Donald Gould, 51 tahun, yang memainkan lagu “Come Sail Away” dari Styx dengan sebuah piano publik di Sarasota, Florida. Siapa coba yang tak penasaran mengetahui bagaimana seorang tunawisma dapat memainkan gubahan klasik tersebut dengan begitu indah?

bakat anak donald gould

 

 

Wawancara Aurore dan Dylan sehari kemudian mengungkapkan bahwa Donald Gould terlahir sebagai seorang anak jenius di bidang musik. Sebelum bermain piano, Donald bercerita bahwa ia belajar memainkan berbagai alat musik saat muda, termasuk yang disebutkannya klarinet dan piccolo. Mengambil fokus belajar di bidang musik, ia memutuskan untuk belajar di Spring Arbor University di Michigan, meskipun tak dapat menyelesaikan studinya karena terkendala biaya.

Donald Gould kemudian mendaftarkan diri di Angkatan Laut, dan menjadi anggota band Angkatan Laut sebagai pemain klarinet. Ini mencerminkan komitmen belajar pada bidang bakatnya, bahkan setelah profesi utamanya tidak terpaut dengan bidang musik. Ia sendiri sebenarnya mengaku ingin menjadi seorang guru musik, namun ia gagal menyelesaikan studi formalnya.

Namun semuanya berubah saat istrinya meninggal pada tahun 1998 setelah berupaya bunuh diri. Kejadian tersebut membuat Donald frustrasi dan mulai terjebak pada obat-obatan terlarang, yang menyebabkan hak asuh atas anaknya kemudian dicabut oleh dinas sosial setempat. Sang ayah ini pun terpisah dari putranya, yang bulan Agustus mendatang akan berusia 19 tahun. Kejadian-kejadian tersebut membuat hidupnya terpuruk dan memaksanya hidup sebagai seorang tunawisma.

Donald Gould yang menjalani hari-harinya sebagai seorang tunawisma pun menggunakan salah satu dari tujuh piano yang disediakan pemerintah sebagai fasilitas publik untuk mencari rezeki – menggunakan bakat yang ia miliki dan kembangkan selama bertahun-tahun. Video dan kisah hidupnya yang kemudian tersebar di dunia maya pun mengubah hidupnya – setidaknya, dimulai dari perubahan penampilannya.

Dengan berbagai dukungan, Donald Gould pun dapat mengadakan penampilan pertamanya – bukan sebagai seorang tunawisma lagi, namun sebagai seorang musisi. Donald pun bertutur, “Sebelumnya, orang-orang melihat saya dengan raut wajah yang seakan mengatakan, ‘Siapa tunawisma ini?’ Namun sekarang saya dapat berjalan dan bermain seperti seorang profesional.” Donald kemudian melanjutkan, “Kini saya merasa dihargai, dan menjadi percaya diri bahwa saya dapat bermain musik. Selama saya dapat konsisten menjadi diri saya.”

Namun, sebagai seorang ayah, yang paling Donald Gould inginkan sekarang adalah bertemu kembali dengan anaknya. Lima belas tahun lamanya mereka terpisah, dan dengan kesempatan baru ini, ia mengharapkan sebuah reuni dengan putranya.

Menempuh arah karier memang bukan hal yang mudah. Tidak ada peta pasti yang menuntun kita, dan cerita Donald menunjukkan bahwa banyak kejadian tak terduga yang dapat perjalanan karier seseorang. Namun bahkan setelah sekian lamanya menjadi tunawisma, Donald Gould mampu menyikapi kesempatan berkarier yang datang dengan tepat, termasuk salah satunya, dengan menggunakan piano publik yang tersedia untuk tetap mengasah bakat yang dikembangkannya selama ini. Ia akhirnya memilih untuk memulai kembali kariernya di bidang musik, di usianya yang tidak muda lagi.

Tidaklah salah untuk kembali memulai kembali karier kita setelah terhenti karena banyak kegagalan. Lalu bagaimana anak dapat belajar menyikapi kesempatan berkarier saat mereka bahkan masih mengembangkan bakatnya? Salah satunya adalah dengan belajar dari perjalanan karier orangtua maupun orang-orang terdekat mereka. Ayah Ibu mungkin adalah orang biasa, namun tidak ada kisah perjalanan karier yang biasa.

Apa pengalaman berkarier Ayah Ibu yang paling berkesan, yang perlu ditangkap oleh anak?

 

Foto diambil dari video YouTube terkait

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d