Inilah alat untuk mengenal kecerdasan majemuk

Diposting oleh:

Apakah anda termasuk orangtua yang ingin mengenal kecerdasan majemuk anak? Kalau iya, anda harus mengenal alat ini. 

Mungkin anda termasuk salah satu dari banyak orangtua yang ingin mengenal kecerdasan majemuk anak. Apa sih potensi anak saya? Apa kecerdasannya yang menonjol? Orangtua kemudian mengikutkan anak tes mengenal kecerdasan majemuk anak. Orangtua bisa cepat dapat hasil tes tersebut. Tes memang cepat memberikan hasil, namun seringkali hasilnya sekedar diketahui orangtua. Kecerdasan majemuk anak hanya sekilas diingat, tanpa dipahami dan digunakan dasar untuk menstimulasi anak. Cepat dapat, cepat hilang.

Daripada menggunakan uang untuk tes mengenal kecerdasan majemuk anak, lebih baik gunakan untuk membeli alat ini. Alat untuk mengenal kecerdasan majemuk anak ini lebih banyak manfaatnya dibandingkan tes mengenal kecerdasan majemuk anak. Alat apa sih? Perhatikan foto di bawah ini.

Mainan mengenal kecerdasan majemuk

Anda pasti menyangka alat itu adalah sekedar mainan. Benar, bahwa alat ini adalah mainan. Tapi mainan bukan sekedar mainan.

Dengan mainan ini, orangtua bisa mengenal kecerdasan majemuk. Kok bisa? Selama bermain, anak akan menggunakan kecerdaan majemuknya yang terkait, dalam hal ini adalah kecerdasan musik. Ketika kecerdasan musik anak menonjol, maka anak akan menunjukkan perilaku seru yaitu cepat belajar, asyik, puas dan ingin mengulang. Beri kesempatan beberapa kali sampai orangtua merasa yakin, apakah anak mempunyai kecerdasan musik yang menonjol atau tidak.

Ini bukan teori. Kami, saya dan isteri, mempraktekkannya ke anak. Sejak kecil, kami membelikan beragam mainan buat anak dan mengajak anak ke berbagai arena bermain. Dari banyak mainan, Ayunda Damai, putri saya paling suka dengan mainan yang sebelah kiri, Xulophone super mini. Ia cepat belajar, asyik hingga bisa berlama-lama, suka menceritakan pengalaman ketika bermain dan ingin mengulang. Ia bisa mengetuk ritmis. Dari pengalaman itu, kami menyimpulkan Damai mempunyai kecerdasan musik yang menonjol.

Kesimpulan kami tidak keliru. Ketika TK akhir, kami menawarkan anak kami untuk les piano yang hingga hari ini masih ditekuninya. Anda bisa melihat Portofolio Bakat Anak saya di “Videoku”. Ketika liburan akhir tahun, Damai membeli Xulophone di Kampung Wisata Kendang Sentul. Dan ia dengan nyaman dan cepat menemukan dan memainkan lagu Selamat Ulang Tahun dengan mainan itu.

Percayalah, mainan adalah alat belajar yang paling asyik. Melalui mainan, kita bisa mengenal kecerdasan majemuk anak. Bukan hanya itu manfaat dari mainan ini. Mainan ini memberi bonus, manfaat tambahan. Apa itu?

  1. Membuat anak aktif bermain. Dengan adanya mainan ini, anak tentu senang bisa bermain, mencoba aktivitas baru, eksplorasi mainan sampai puas.
  2. Mengurangi waktu anak menggunakan gawai (gadget). Dengan bermain mainan ini, tentu waktu menggunakan gawai bisa berkurang.
  3. Mengasah kemampuan motorik kasar anak. Dengan bermain mainan ini, alat melatih kemampuannya dalam menggerakkan tangan secara tepat.

Kalau memilih tes mengenal bakat, anda cuma dapat 1 manfaat. Kalau memilih alat ini, anda bisa mengenal kecerdasan majemuk anak sekaligus manfaat yang lain.

Saya sudah menjelaskan konsep mengenal kecerdasan majemuk anak di buku Anak Bukan Kertas Kosong atau anda bisa baca dengan KLIK TULISAN INI. Secara praktis, saya akan menjelaskannya di buku kedua. Pada buku kedua selain pengetahuan praktis, saya akan mengadakan Kelas Pengembangan Bakat Anak. Pastikan anda mendapatkan informasi penting ini, silahkan daftarkan email anda di Buku.TemanTakita.com.

Anda ingin mendapatkan mainan, alat atau media belajar dan bakat anak, anda bisa berkunjung ke Toko.TemanTakita.com. Saat ini, koleksinya masih terbatas tapi kami akan terus melengkapinya terus.

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

One thought on “Inilah alat untuk mengenal kecerdasan majemuk”

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d