MakeDoNia, Ruang Inovasi untuk Profesi Masa Depan

Diposting oleh:

Bakat Anak – Bagaimana kita sebagai orangtua membantu mempersiapkan anak menghadapi zaman kreatif di abad ke-21?

Keberadaan internet secara progresif mengubah kehidupan manusia, beserta perangkat teknologi yang menyertainya. Semakin banyak orang yang berkreasi, menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Kita tidak dapat memprediksi, misalnya terdapat pekerjaan macam mengelola akun media sosial, memantau tren di internet, maupun membuka kelas daring (online). Bahkan saat ini banyak sekali seminar yang dapat diikuti di rumah hanya dengan laptop dan akses internet. Profesi-profesi yang baru saja saya sebutkan sama sekali tak terbayang dalam benak kita sepuluh tahun lalu.

bakat anak makedonia

 

Namun saat generasi muda, anak-anak kita dituntut menjadi kreatif, seringkali sekolah belum menyediakan kesempatan agar anak dapat mengolah daya ciptanya. Alternatifnya, tentu saja adalah dengan melibatkan anak untuk berinovasi dalam berbagai kegiatan di luar sekolah.

Hal ini yang kemudian ditangkap oleh lima orang ko-partner MakeDoNia, sebuah ruang inovasi untuk profesi masa depan. Ide ini bermula dari gerakan MakerSpace yang sedang marak di Amerika Serikat, yang mengampanyekan Do It Yourself alias ‘ciptakan sendiri produkmu’, agar masyarakat tak sekadar mengonsumsi. Terdiri dari Danny, Dira, Iboy, Yurry, dan Dina, mereka memprakarsai gerakan MakerSpace di Indonesia dengan nama MakeDoNia.

Nama MakeDoNia sendiri merujuk pada suatu komunitas di Asia Tengah, yang karena tingkat perekonomiannya menengah ke bawah, mencukupi kebutuhan hidup dengan membuat/menciptakan produk mereka sendiri, dan berbagi satu sama lain. Make berarti membuat, Do melakukan, dan Nia menggemari. Nama ini juga merupakan singkatan dari Maker Indonesia.

bakat anak makedonia 2

 

Gerakan ini sendiri tak hanya berpijak pada inovasi. Mengobrol dengan Imanzah Nurhidayat yang akrab disapa Iboy di MakeDoNia, ia menekankan bahwa inovasi apapun, targetnya adalah manusia, sehingga elemen empati tak dapat diluputkan begitu saja. “Coba bayangkan, kita sedang menunggu dokter di UGD, atau menjelang operasi di rumah sakit. Yang bisa kita lakukan apa? Menatap langit-langit saja – namun ada apa di langit-langit rumah sakit? Tidak ada apapun,” jelas Iboy, salah satu ko-partner MakeDoNia. Oleh karena itu, MakeDoNia menggunakan design thinking agar inovasi dan empati dapat diraih bersama-sama.

Kegiatan-kegiatan di MakeDoNia ditujukan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, dan para ko-partner biasanya memanfaatkan kelas-kelas daring seperti Coursera, maupun modul-modul Creative Commons untuk digunakan dalam program-program mereka. MakeDoNia sendiri seringkali berkolaborasi dengan komunitas-komunitas kreatif lain untuk mengadakan kegiatan bersama-sama.

bakat anak makedonia 3

Pelatihan untuk orang dewasa biasanya melibatkan para pendidik maupun pekerja sukarela yang akan turun ke berbagai komunitas, dan sama seperti anak-anak, tujuan akhirnya adalah menciptakan produk secara mandiri (do it yourself), maupun secara bersama-sama (do it together). Para pencipta atau makers sering diundang untuk mendemonstrasikan produk buatannya di MakeDoNia. Untuk anak-anak sendiri, MakeDoNia memiliki program khusus bernama MakerKid, di mana anak dapat mengoprek dan membuat berbagai produk.

 

“Kami memiliki banyak fokus, dari pendidikan, kesehatan, transportasi, dan keuangan. Di sini anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar membuat produknya sendiri dan berinovasi, dari yang berelemen robotik, prakarya seperti merajut, koding, dan masih banyak lagi,” tutur Danny, salah ko-partner MakeDoNia.

Menyempatkan diri berkunjung ke MakeDoNia, Sabtu 23 Mei kemarin, selain bertemu dengan Iboy dan Danny, saya juga sempat berkenalan dengan Dina, yang siang itu sedang memandu kegiatan Training for Educators dalam menggunakan LittleBits, perangkat elektronika yang ramah digunakan anak untuk menciptakan berbagai perangkat keren, misalnya senter, penyiram tanaman otomatis, dan sebagainya. Modul LittleBits ini juga digunakan MakeDoNia untuk memandu ekstrakurikuler robotika yang diadakan setiap Senin di SD Bangun Mandiri yang berlokasi di daerah Kebagusan.

bakat anak makedonia 4

 

 

Program-program MakeDoNia selanjutnya dapat Ayah Ibu pantau di situs mereka, maupun laman Facebook dan Twitter MakeDoNia. Terutama untuk kegiatan MakerKid, biasanya diadakan setiap Sabtu jam 3-5 sore. MakeDoNia sendiri berlokasi di Jalan Pangeran Antasari No.44, Cipete, Jakarta Selatan. Gerakan ini dapat menjadi alternatif ruang anak Ayah Ibu untuk mengembangkan bakat, berinovasi, sekaligus berkolaborasi bersama teman-teman sebayanya.

Karena mencipta menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman kreatif, dan menyiapkan diri pada profesi-profesi baru di abad ke-21.

Apa tips Ayah Ibu untuk menstimulasi daya cipta anak?

 

Foto terakhir diambil dari laman ini.

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss