4 Manfaat Teknologi untuk Pembelajaran Anak Anda

Diposting oleh:

Bakat Anak – Sudah siapkah Ayah Ibu mengantar anak menggunakan teknologi pembelajaran dengan bermakna?

Anak-anak kita hidup di zaman kreatif, sebuah zaman yang memungkinkan mereka menggunakan teknologi untuk belajar apapun. Internet, gawai (gadget), permainan, aplikasi, dan masih banyak lagi menawarkan akses serta metode pembelajaran yang beragam untuk anak. Sudahkah kita mengajak anak memanfaatkan hal-hal tersebut sebagai teknologi pembelajaran – tak sekadar mengonsumsi, namun menggunakannya dalam berkarya?

bakat anak teknologi pembelajaran

Di tahun 1997, Jan Hawkins, direktur Center of the Children and Technology menuliskan sebuah esai tentang bagaimana teknologi pembelajaran membuka kesempatan baik pada anak maupun orang dewasa untuk belajar lebih banyak. Dibandingkan sekarang, saat itu belum banyak inovasi di bidang teknologi yang mumpuni mendampingi anak dalam mengeksplorasi berbagai pengetahuan – bayangkan saja, saya baru memiliki komputer di rumah 7 tahun setelahnya, mengenal internet sekitar 8 tahun setelahnya, dan punya gawai pribadi 10 tahun setelahnya – saat saya menginjak usia remaja.

Namun apakah teknologi pembelajaran yang kian mutakhir mengubah proses belajar anak semudah membalikkan telapak tangan? Jawabannya adalah ya dan tidak, tergantung bagaimana kita sendiri menyikapi teknologi tersebut. Kalau semisal, kita sibuk melarang anak menggunakan smartphone dengan dalih anak hanya akan menggunakannya untuk bermain game, itu berarti anak selama ini hanya memahami bahwa gawai adalah teknologi yang diciptakan untuk bermain. Anak belum mengetahui bahwa ia bisa memanfaatkannya untuk belajar, dan kita sebagai orangtua mungkin belum memperkenalkan gawai sebagai teknologi pembelajaran yang mumpuni buat anak.

Tentu saja, saat harus memperkenalkan internet maupun gawai sebagai sebuah teknologi pembelajaran, hal ini menuntut Ayah Ibu untuk belajar bersama anak. Tetapi mengapa tidak? Kita sendiri sebagai orang dewasa mungkin selama ini memang hanya menggunakan teknologi sebagai hiburan semata, tanpa membayangkan kemungkinan-kemungkinan hebat lainnya dalam menggunakan berbagai inovasi di bidang teknologi, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.

Setidaknya, ada empat hal yang bermakna yang dapat anak kerjakan saat menggunakan teknologi pembelajaran; tidak semata-mata menggunakan, namun beranjak dari sekadar pengguna menjadi pencipta. Apa saja?

teknologi-pembelajaran

Pertama, anak aktif belajar. Meskipun belajar (studying) secara tradisional kita kenal sebagai kegiatan menyerap ilmu, belajar (learning) punya makna yang lebih luas. Internet memang bisa menjadi sumber belajar yang kaya informasi buat anak, namun apakah anak – seperti sebagian orang dewasa lainnya – hanya menjadikan internet untuk mengunduh pengetahuan semata? Teknologi pembelajaran yang kian mutakhir sebenarnya memberikan setidaknya dua kesempatan belajar: pertama, memancing rasa ingin tahu anak tanpa perlu disuruh belajar oleh orang dewasa, dan kedua, mengunggah pengetahuan, atau dengan kata lain, berkarya. Kini, internet dan web 2.0, tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, melainkan juga tempat untuk berkarya!

Kedua, anak bisa berkolaborasi. Teknologi pembelajaran memungkinkan anak untuk menggunakan bakatnya dalam berkarya bersama anak lain dengan bakat yang sama, atau berbeda. Atau setidaknya, anak-anak yang memiliki kegemaran yang sama – meskipun terbatasi oleh ruang dan waktu – dapat ‘bertatap muka’. Damai, putri Bukik Setiawan, lebih mudah menemukan teman-teman yang gemar ngeblog ya saat ngeblog, karena ngeblog ternyata bukan kegiatan yang saat itu dilirik teman-teman di sekolah. Berkat teknologi, anak tidak merasa sendiri dalam belajar, berkarya, dan mengembangkan bakatnya.

Ketiga, anak lebih mudah mendapatkan masukan. Saat anak aktif belajar dan mengunggah karyanya dengan bantuan teknologi pembelajaran, ini memberi kesempatan bagi karya tersebut untuk dinikmati lebih banyak orang. Saat lebih banyak orang bisa mengakses karya anak, lebih mudah dan lebih banyak masukan yang bisa diterima anak. Ada banyak hal yang bisa dipelajari anak tentang mendapatkan umpan balik: bahwa penikmat karya punya kebutuhan dan selera yang berbeda-beda, sehingga dalam menampilkan hasil belajar, anak bisa mulai belajar peka terhadap kebutuhan ini. Di tingkat selanjutnya, anak sudah tak lagi berkarya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk orang lain.

Keempat, anak berkesempatan terhubung dengan ahlinya. Siapa yang tidak ingin mendapat komentar dari penyanyi atau sastrawan favoritnya? Berkat teknologi, anak bisa berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ahli di bidang bakat yang ditekuninya. Seorang ibu membuat anaknya terpukau setelah mengajak sang anak yang bosan belajar itu-itu saja menonton video presentasi TED. Alhasil, mereka berdua menjadikan kegiatan tersebut kebiasaan menjelang tidur! Dengan menonton TED, sang anak bisa terinspirasi dengan hal-hal baru, dan mengenal para ahli yang menekuni fokus belajar yang sama dengan anak.

Saat anak siap menggunakan teknologi sebagai bagian dari proses belajar mandiri, sudah siapkah kita sebagai orangtua untuk memandunya menggunakan teknologi pembelajaran dengan cara yang lebih bermakna?

 

Foto oleh Muhammad Amirull

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

One thought on “4 Manfaat Teknologi untuk Pembelajaran Anak Anda”

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye