Mengenal Bakat Anak Melalui 5 Langkah Praktis

Diposting oleh:

Mengenal bakat anak adalah agenda penting yang harus dikerjakan oleh orangtua. Dengan mengenal bakat anak, orangtua bisa membantu anak mengembangkan karier di masa depannya. Bagaimana orang tua dapat mengenal bakat anak? 

Mengenal bakat anak adalah persoalan yang paling banyak ditanyakan dalam setiap seminar parenting maupun workshop pengembangan bakat anak. Wajar saja karena banyak orangtua yang belum mengetahui cara mengenal bakat anak yang efektif. Bahkan ketidaktahuan orangtua  dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Bila anda adalah orang tua  yang peduli dan ingin belajar, maka sudah selayaknya anda membaca artikel ini hingga tuntas kemudian mempraktekkannya. Bila bingung, silahkan bergabung di Grup Facebook Pengembangan Bakat Anak. 

Bakat anak sebenarnya tidak bisa diketahui persisnya, kita hanya bisa mengetahui potensi bakat anak. Mengapa? Bakat menurut Howard Gardner adalah aktivitas teratur yang dihargai masyarakat dan dapat dinilai berdasakan tingkat keahliannya.  Contoh, menggambar adalah aktivitas yang bisa disebut bakat ketika aktivitas menggambar tersebut dihargai oleh masyarakat, seperti kesempatan mengikuti pameran atau hasil menggambarnya dibeli. Jadi kita baru mengenali bakat anak yang sebenarnya ketika suatu aktivitas anak dihargai oleh masyarakat. (Baca: Inilah Pengertian Bakat Anak yang Harus Dipahami Orangtua)

A. Stimulasi anak untuk melakukan eksplorasi 

Pancing ketertarikan anak untuk melakukan suatu aktivitas, dan jangan langsung memberi perintah. Apabila anak bertanya, jelaskan seperlunya. Sebagaimana tugas perkembangan bakat pertama, anak perlu mencoba berbagai aktivitas dari keseluruhan ragam kecerdasan majemuk. Baca 16 Aktivitas Kecerdasan Majemuk untuk Mengenal Bakat Anak.

B. Beri kesempatan anak beraktivitas 

Jika anak tertarik, beri kesempatan pada anak melakukan aktivitas tersebut. Awalnya orangtua bisa mendampingi anak, namun usahakan agar anak tetap merasa mandiri dalam melakukan aktivitasnya. Ketika merasa didikte orangtua, perilaku anak tidaklah mengacu pada kecerdasan majemuknya, tetapi lebih karena mengikuti perintah orangtua.

C. Kenali perilaku seru anak 

Lakukan pengamatan terhadap perilaku anak: sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas. Bagaimana sikap anak sebelum melakukan aktivitas? Apa saja sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anak selama melakukan aktivitas tersebut? Bagaimana pula sikap anak setelah melakukan aktivitas? Perilaku lebih mudah diamati karena terlihat jelas. Orangtua juga perlu lebih jeli dalam mengamati sikap anak yang subtil, seperti dahi yang mengernyit atau perubahan ekspresi wajah. Usai melakukan aktivitas, ajukan pertanyaan agar anak bercerita mengenai pengalamannya melakukan aktivitas tersebut.

Perilaku seru mempunyai 4 ciri yaitu:

  1. Cepat belajar. Anak relatif cepat belajar cara melakukan suatu aktivitas. Cepat belajar bukan sebatas cepat menguasai, melainkan bisa juga cepat mencari tahu dan mencoba melakukannya. Apabila tidak langsung melakukan, anak cenderung banyak bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Setelah beberapa kali mencoba, anak relatif bisa belajar sendiri sehingga semakin mahir melakukan aktivitas tersebut.
  2. Asyik. Anak asyik melakukan aktivitas; semua perhatiannya tertuju pada aktivitas tersebut, sehingga seringkali mengabaikan hal-hal yang lain. Asyik tidak hanya sebatas merasakan kesenangan. Keasyikan juga bicara tentang merasakan pengalaman seru, yakni kesesuaian antara kemampuan dengan tantangan yang dihadapi anak.
  3. Puas. Anak merasa puas setelah melakukan aktivitas. Anak menunjukkan respon positif yang terlihat dari ekspresi wajahnya. Bahkan, beberapa anak menceritakan dengan penuh semangat mengenai pengalamannya dalam melakukan aktivitas tersebut.
  4. Ingin mengulang. Anak ingin mengulang aktivitas tersebut. Beberapa anak ingin mengulang karena tertantang untuk mencoba aktivitas dengan tingkat kesulitan yang lebih. Anak lain tertantang karena ingin mencoba kembali, mungkin sebelumnya ia merasa belum menguasai dengan baik.

Bila anak tidak menunjukkan perilaku seru maka anda belum bisa mengenal bakat anak secara nyata. Beri lah stimulasi agar anak melakukan aktivitas yang lain atau berkunjung ke berbagai tempat yang berbeda. Semakin beragam aktivitas semakin besar kemungkinan anak menunjukkan perilaku seru.

D. Lakukan penilaian terhadap perilaku seru anak 

Bila sudah mengenali perilaku seru anak, orangtua bisa memeriksa perilaku seru tersebut termasuk kacerdasan majemuk yang mana. Periksa daftar perilaku ke delapan kecerdasan majemuk.  Unduh gratis “8 Poster Mengenali Kecerdasan Majemuk” dengan klik pada gambar di bawah ini.

Poster mengenal bakat anak

E. Refleksikan hasil penilaian bersama anak 

Tak hanya dilakukan orangtua, anak pun harus mengenali kecerdasan majemuk dan minatnya. Apabila telah melakukan penilaian, komunikasikan hasil penilaian orangtua pada anak. Cara mengomunikasikannya tentu sesuai dengan usia dan kemampuan komunikasi anak. Ceritakan perilaku anak pada berbagai aktivitas dan kemudian cari tahu komentar anak.

Apa perilaku seru anak yang menunjukkan kecerdasa dan bakat anak?

Dengan mempraktekkan Pendidikan yang Menumbuhkan, orangtua dapat optimal mengembangkan bakat anak. Dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong serta bonus GRATIS poster mengenali kecerdasan majemuk anak, poster menstimulasi kecerdasan majemuk dan buku-e Hari Pertama Sekolah. Klik Buku.TemanTakita.com 

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

5 thoughts on “Mengenal Bakat Anak Melalui 5 Langkah Praktis”

  1. wiwik says:

    ingin membeli buku bakat bukan takdir bgm catamya?

    1. Silahkan dapatkan di toko buku gramedia terdekat

Leave a Reply