(Video) Meski Sering Dimarahi, Anak ini Tetap Tekun Menggambar dan Akhirnya Berbuah Manis

Diposting oleh:

Zaky Mubarak, senang menggambar apa saja, di mana saja, kapan saja. Tak jarang ia dimarahi. Tapi ia tetap tekun menggambar. Hasilnya? 

Menggambar mungkin mudah. Anak kebanyakan mampu menggambar sebelum mampu membaca dan berhitung. Tak heran bila menggambar seringkali diremehkan sebagaimana bidang seni dan olah raga yang lain. Seni dan olahraga dihargai hanya ketika bisa menang lomba dan menyumbangkan medali atau piala. Begitulah yang dirasakan oleh Zaky ketika pelajaran menggambar di sekolahnya seringkali dilewatkan atau tidak diajarkan. Padahal pelajaran itu yang justru ditunggu-tunggu olehnya.

Meski begitu, Zaky tidak menyerah. Ia terus menggambar. Dengan belajar mandiri dan dukungan dari kakaknya, ia belajar berbagai aplikasi dan teknik menggambar. Hingga ia kemudian jatuh cinta dengan teknik menggambar Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP). Teknik menggambar WPAP adalah teknik menggambar yang dikembangkan oleh orang Indonesia, Wedha Abdul Rasyid, yang kemudian popular di berbagai negara.

menggambar Wedha's Pop Art Portrait WPAP Bukik

Ketekunannya mempelajari teknik WPAP membuat Zaky bisa mendapatan tambahan uang saku. Ia menawarkan jasanya pada orang yang ingin fotonya digambar dengan teknik WPAP seperti foto profil saya di atas. Bila anda tertarik, anda bisa dihubungi Zaky di HP: 0896-8242-3528 & email: zakymubarakreal173@gmail.com

Suara Anak adalah acara yang memberi kesempatan buat anak-anak melakukan presentasi 5 – 8 menit mengenai kegemaran atau bakatnya. Apakah semacam seminar? Ada kesamaannya yaitu sama-sama ada pembicara, tapi pada Suara Anak tidak ada sesi tanya jawab. 

Suara Anak bukan lomba, artinya tidak ada anak dibandingkan dengan anak yang lain. Setiap anak telah dianugerahi bakat uniknya sendiri. Sepanjang gemar dan tekun melakukan aktivitas bakatnya, anak bisa tampil dan presentasi di Suara Anak. Tekun tidak dinilai dari berapa jumlah piala yang didapatkan, tapi dari seberapa sering anak melakukan aktivitas seru sesuai kegemaran atau bakatnya.

Manfaat tampil di Suara Anak

  1. Belajar bercerita di depan publik. Bercerita mengenai bakat di depan publik membuat anak menyadari suka dukanya dalam menekuni bakatnya. Anak belajar merangkai kata dan mengkomunikasikan pengalamannya pada banyak orang.
  2. Membangun kepercayaan diri anak. Bakat anak itu seperti benih tanaman, hanya akan tumbuh berkembang bila mendapat apresiasi dan kesempatan. Bukan untuk dibanding-bandingkan, tapi kesempatan untuk tampil apa adanya dan mendapat apresiasi. Sebuah kesempatan untuk percaya diri tampil sebagai diri sendiri.
  3. Kesempatan saling belajar antar anak dengan beragam bakat. Suara Anak memfasilitasi anak-anak untuk saling belajar satu sama lain. Belajar bahwa setiap anak berhak menyukai dan menekuni kegemaran atau bakatnya. Belajar bahwa menyukai sesuatu yang langka bukanlah hal yang aneh. Belajar cara menghadapi kesulitan dalam menekuni bakatnya. Anak-anak belajar dari anak yang lain, yang umurnya sebaya, yang bahasanya sama, bahasa anak-anak.
  4. Mengenalkan bakatnya pada banyak orang. Anak bisa mengenalkan pada pengunjung Suara Anak. Selain itu, presentasi anak di Suara Anak akan didokumentasikan dalam bentuk video dan dipublikasikan di Youtube. tersebut dapat disaksikan oleh banyak orang sepanjang masa. Dengan tampil di Suara Anak, anak telah mengayunkan langkah awal membangun personal brand dan merintis karirnya.

Anda bisa menyaksikan video presentasi Suara Anak dengan klik di Facebook TemanTakita.com atau klik Youtube TemanTakita.com

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye