MinutePhysics, Wahana Anak Belajar Fisika tanpa Rasa Takut

Diposting oleh:

Bakat Anak – Apa yang harus kita lakukan saat anak menganggap suatu pelajaran itu sulit?

Seperti kebanyakan orangtua lainnya, kita pasti memiliki perhatian pada proses belajar anak di kelas, beserta keunggulan dan kesulitan-kesulitannya. Salah satu hal yang sering dikhawatirkan orangtua adalah daftar pelajaran yang menjadi momok: katakanlah matematika dan fisika. Dua pelajaran yang mengandung unsur berhitung ini seringkali hadir sebagai topik yang sukar serta tidak menyenangkan; dan karena dianggap sulit, orang kemudian berlomba-lomba membuka bimbingan belajar.

Mungkin Ayah Ibu pernah mengalami kejadian serupa. Melalui sebuah percakapan sepulang sekolah pula, Bukik Setiawan mendapati sang putri, Damai, meminta les matematika karena merasa tidak mampu. Apakah sang ayah langsung mengiyakan permintaan ayahnya? Tidak. Seperti yang dituturkan dalam buku Anak Bukan Kertas Kosong, Bukik Setiawan dengan sang istri bertanya lebih lanjut, kemudian menyimpulkan bahwa Damai mendapatkan kesan bahwa matematika itu sukar dan tidak menyenangkan.

Saya percaya bahwa semua bidang ilmu memiliki tingkat kesulitannya sendiri, namun tidak bisa dijadikan alasan untuk menuduh bahwa matematika secara umum terkesan sulit. Oleh sebab itu, mengikuti les belum tentu menjawab permasalahan yang dihadapi Damai. Yang dibutuhkan adalah mengubah kesan tersebut. Dengan menggunakan internet, orangtua Damai lalu mencarikan beberapa video, permainan dengan angka, dan aplikasi matematika yang menunjukkan bahwa pelajaran tersebut mengasyikkan.

Apa efeknya? Damai yang awalnya cemas, seketika menunjukkan ekspresi tertarik, kemudian belajar sendiri matematika. Ternyata ia tidak butuh les seperti yang diperkirakannya!

Tenang, tidak hanya sekolah-sekolah di Indonesia saja yang ‘bermasalah’ dengan pelajaran sainsnya. Amerika Serikat saja, memiliki data yang cukup mengejutkan tentang pemahaman sains dan ilmu pendukungnya, matematika. Laporan Fordham Institute tahun 2012 memperlihatkan pemahaman sains di AS bisa dibilang memprihatinkan – salah satunya disebabkan oleh kualitas dan pengejawantahan kurikulumnya.

Maria Popova yang turut berkomentar tentang hal ini punya taktik yang kurang lebih sama dengan Bukik Setiawan dalam mempromosikan berbagai bidang ilmu – terutama  yang dianggap sukar dan tidak menyenangkan. Saat pendidikan formal seringkali ‘menyudutkan’, internet memberikan berbagai wahana menarik, yang memperlihatkan bahwa pelajaran yang selama ini dianggap sulit dan tidak menarik di sekolah, menjadi menyenangkan dan memicu rasa ingin tahu.

bakat anak minutephysics

Ada banyak sekali wahana daring (online) yang menarik; salah satunya adalah kanal YouTube bernama MinutePhysics membuat saya terpikat dengan fisika modern di masa SMA. Ternyata MinutePhysics, yang membahas fisika dan berbagai topik praktis seputar sains memiliki sejarah yang cukup menarik. Kreatornya adalah Henry Reich, mahasiswa S2 bidang perfilman yang sebelumnya menekuni fisika.

Terdengar tidak berhubungan, bukan? Namun justru Henry Reich memanfaatkan dua bidang yang ditekuninya untuk memperlihatkan bahwa fisika itu sangat menarik untuk dipelajari. Mengunggah video pertamanya pada 26 Juni 2011, Henry Reich mengaku bahwa awalnya ia membuat video untuk bersenang-senang, lalu memutuskan untuk melanjutkannya karena prihatin dengan kondisi pendidikan sains di negaranya. Berikut kata Henry Reich, sang kreator MinutePhysics:

henry-reich-minutephysics

Berbekal dengan membuat sketsa dan membuat rekamannya, kanal MinutePhysics yang dikawalnya membahas berbagai topik fisika, dari yang sangat konseptual, seperti apa itu dimensi, prinsip ketidakpastian Heisenberg, sampai berbagai pertanyaan keseharian yang mungkin pernah ditanyakan anak Anda, seperti apa itu api, mengapa langit malam itu gelap, atau mengapa warna pink sebenarnya tidak ada.

Rata-rata videonya berdurasi pendek, sekitar 1 sampai 7 menit – jauh lebih singkat dari satu pertemuan di kelas, namun sangat menarik untuk dinikmati dari segi visual maupun alur ceritanya. Videonya memang berbahasa Inggris, namun Ayah Ibu akan terbantu karena MinutePhysics juga menyediakan teks pengiringnya.

MinutePhysics yang dikembangkan oleh Henry Reich ini membuat fisika lebih menawan, tidak menjemukan, dan mengubah persepsi kita tentang pelajaran yang sering dianggap momok ini. Membahas topik-topik keseharian yang berhubungan dengan fisika bersama anak jauh lebih mengasyikkan dengan menyimak video-video yang digarap Henry Reich ini. Nah, salah satu video favorit saya yang saya cuplikkan di bawah, bisa membantu keluarga Ayah Ibu tidak terlalu basah saat harus menerjang hujan. Wajib tonton 😀

Bagaimana Ayah Ibu membantu anak mengubah kesan keliru terhadap pelajaran atau bidang bakat?

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

One thought on “MinutePhysics, Wahana Anak Belajar Fisika tanpa Rasa Takut”

  1. harusnya semakin banyak lagi pelajaran yang menggunakan metode ini. pasti akan jadi lebih menyenangkan dan tidak membebani lagi

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye