Tiga Pelajaran Bakat dari Kungfu Panda Tiga

Diposting oleh:

Film Kungfu Panda 3 bukan sekedar film hiburan keluarga semata, tapi juga film yang memberi pelajaran bakat. Setidaknya, ada 3 pelajaran bakat yang disampaikan film itu? 

Kungfu Panda adalah sebuah film yang bercerita tentang Po, seorang Panda yang bermimpi menjadi jago kungfu. Karena banyak penggemarnya maka film ini pun dibuat serialnya hingga tiga. Filmnya sendiri sangat menghibur, banyak kejadian menggelikan yang membuat anak-anak maupun orang dewasa tertawa terpingkal-pingkal. Mana yang paling menggelikan?

Di tengah hiburan yang diberikan, film Kungfu Panda 3 memberi banyak pelajaran pada kita, tentang kehidupan, anak, asal-usul, dan pendidikan. Karena TemanTakita.com adalah Portal Bakat Anak maka yang diulas di sini adalah pelajaran bakat dalam film itu. Setidaknya ada tiga pelajaran bakat yang bisa kita petik dari Kungfu Panda 3.

Pelajaran Bakat Kungfu Panda

If you only do what you can do, you will never be more than you are now. Master Shifu

Setelah sejumlah petulangan yang diwarnai kemenangan, Po nampaknya telah puas diri. Ia dan lima kawannya bergaya, menunjukkan kemampuan kungfunya meski hanya untuk memesan makanan. Di tengah rasa bangga diri yang berlebih itu, Po ditunjuk menggantikan Master Shifu untuk menjadi guru kungfu. Sontak saja penunjukkan ini membuat Po terhenyak. Ia tidak siap menjadi guru kungfu. Latihan pertama yang dipandunya pun kacau balau.

Kekacauan latihan pertama membuat Po gundah dan rendah diri. Ia merasa dirinya tidak berdaya terutama ketika mendengar komentar dari orang lain. Pada titik itu, Master Shifu menyampaikan pesan bahwa “jika kamu melakukan apa yang bisa kamu lakukan, kamu tidak akan pernah bisa menjadi lebih baik dari kamu yang saat ini”. Alias jalan di tempat.

Pesan tersebut seolah menyampaikan pesan tentang pelajaran bakat. Bakat anak berkembang ketika mendapat stimulasi yang menantang. Bukan sekedar melakukan apa yang sudah mampu dilakukan anak. Anak perlu stimulasi untuk melakukan beragam aktivitas dan mendapatkan sendiri pelajaran dari aktivitas tersebut. Inilah 1 dari 7 penyebab tidak optimalnya pengembangan bakat anak, orangtua kurang memberi stimulasi yang beragam dan memadai.

Pada buku Bakat Bukan Takdir, ada banyak dan beragam stimulasi yang bisa digunakan orangtua untuk menstimulasi anaknya. 

I’m not trying to turn you into me. I’m trying to turn you into you. Master Shifu 

Mengapa latihan kungfu yang dipandu oleh Po mengalami kekacauan? Karena Po menuntut murid-muridnya agar sesuai dengan kemauannya. Bukan karena membangkang, murid-muridnya justru sangat patuh mengikuti instruksi sang guru. Tapi sekeras apapun usaha murid, tetap tidak bisa sepenuhnya memahami pikiran sang guru.

Dalam pengembangan bakat, seringkali orangtua menuntut anak menjadi seperti dirinya. Atau lebih parah, menuntut anak memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Semisal, ketika dulu prestasi di sekolah buruk, maka orangtua menuntut anaknya mendapat nilai sempurna di sekolah. Alasannya, jangan sampai anak mengalami hal buruk yang pernah dialami orangtua.

Pelajaran bakat kedua, tugas orangtua sebagai pendidik bukanlah membuat anak mengikuti kemauannya atau menjadi seperti dirinya. Orangtua perlu belajar memahami potensi anak dan membantu anak mengoptimalkan potensinya tersebut. Pendidik adalah orang yang membantu seseorang untuk menjadi dirinya sendiri, untuk menyadari dan bangga terhadap jati dirinya.

Pada buku Bakat Bukan Takdir, ada penjelasan dan latihan agar orangtua menjadi pendidik yang menumbuhkan, pendidik yang menumbuhkan potensi anak menjadi optimal. 

You guys, your real strength comes from being the best “you” you can be. So who are you? What are you good at? What do you love? What makes you, “you”? Po

Ketika berbagai usaha telah menemui jalan buntu, Po akhirnya menyadari makna misinya menjadi seorang guru. Ia tidak mengulangi lagi cara yang digunakan pada latihan pertama. Tiba-tiba ia menyadari hal penting dari pengamatannya selama ini, bahwa setiap panda mempunyai kegemaran unik. Alih-alih menyuruh untuk menirunya, Po justru meminta setiap panda melakukan kegemaran masing-masing.

Apa hasilnya? Setiap panda gemar berlatih. Setiap panda mencoba kegemarannya dan berusaha meningkatkan kemampuannya. Terlebih Po memberi umpan balik sehingga setiap panda tahu apa yang masih perlu dikembangkan lagi.

Pelajaran bakat ketiga, mulailah dari kegemaran anak, mulailah dari apa yang telah baik dilakukan oleh anak, mulailah dari aktivitas yang menggambarkan keunikan anak kita.

Pada buku Bakat Bukan Takdir, ada panduan untuk menemukan fokus belajar. Panduan bagi orangtua untuk membantu anak menemukan bakat sebagai fokus belajarnya. Selain itu, ada panduan memberi umpan balik pada anak untuk menumbuhkan ketekunan belajar anak. 

Itulah tiga pelajaran bakat dari film Kungfu Panda 3. Adakah pelajaran bakat lain yang Ayah Ibu dapatkan dari film tersebut?

Dapatkan buku Bakat Bukan Takdir di toko buku kesayangan Anda

Dapatkan buku Bakat Bukan Takdir di toko buku kesayangan Anda

Sumber foto: Kungfu Panda 3

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Larasati : Saya sangat setuju dg yang disampaikan dalam video tersebut Menurut saya, sistem pendidikan di Indonesi terla