(Video) Menjadi Pengamat Burung, Anak Ini Belajar, Berkarya dan Mendapat Penghasilan

Diposting oleh:

Kaysan membuktikan menekuni apapun, termasuk jadi pengamat burung, bisa membuat dirinya belajar, berkarya dan mendapat penghasilan. Ini ceritanya

Pengamat burung adalah profesi langka. Siapa yang mau menunggu berjam-jam hanya untuk mengamati burung? Kecintaan pada alam yang membuat Kaysan, atau lengkapnya Mikail Kaysan Leksmana, bisa betah menanti hadirnya burung untuk diamatinya. Dengan menjadi pengamat burung, Kaysan menyadari burung-burung yang ada di sekitar, yang mungkin kita abaikan selama ini. Kegiatan mengamati burung telah dikenalnya sejak usia 4 tahun, yang berarti telah ditekuninya selama 8 tahun. Sebuah ketekunan yang luar biasa.

Ia pun mengajak teman-temannya untuk menjadi pengamat burung. “Awalnya mereka (teman-temannya) menganggap burung itu untuk dimakan, ditembak atau digoreng. Akhirnya selama dua minggu, saya mengajak mereka mengamati dan saat selesai mereka sadar bahwa burung itu lebih indah bila dilihat di alam,” Kaysan, presentan ‪#‎SuaraAnak‬ 5. Sebuah inisiatif yang layak dipuji karena mengubah nafsu manusia terhadap alam menjadi sikap menghargai alam.

Setelah berperan sebagai pengamat burung selama beberapa waktu, Kaysan berhasil mendapatkan penghasilan dari berjualan kartu ucapan foto burung. Penghasilannya tersebut digunakannya untuk membeli kamera yang mendukung perannya sebagai pengamat burung. Ia kini telah berhasil membuat portofolio yang berisi foto dari 246 burung yang telah berhasil diamatinya. Anda bisa bisa menikmati ketekunannya dengan klik di blog personalnya. Bila mendukung inisiatifnya, anda bisa membeli foto-foto karya Kaysan dengan klik di Kartu Ucapan.

 

Suara Anak adalah acara yang memberi kesempatan buat anak-anak melakukan presentasi 5 – 8 menit mengenai kegemaran atau bakatnya. Apakah semacam seminar? Ada kesamaannya yaitu sama-sama ada pembicara, tapi pada Suara Anak tidak ada sesi tanya jawab. 

Suara Anak bukan lomba, artinya tidak ada anak dibandingkan dengan anak yang lain. Setiap anak telah dianugerahi bakat uniknya sendiri. Sepanjang gemar dan tekun melakukan aktivitas bakatnya, anak bisa tampil dan presentasi di Suara Anak. Tekun tidak dinilai dari berapa jumlah piala yang didapatkan, tapi dari seberapa sering anak melakukan aktivitas seru sesuai kegemaran atau bakatnya.

Manfaat tampil di Suara Anak

  1. Belajar bercerita di depan publik. Bercerita mengenai bakat di depan publik membuat anak menyadari suka dukanya dalam menekuni bakatnya. Anak belajar merangkai kata dan mengkomunikasikan pengalamannya pada banyak orang.
  2. Membangun kepercayaan diri anak. Bakat anak itu seperti benih tanaman, hanya akan tumbuh berkembang bila mendapat apresiasi dan kesempatan. Bukan untuk dibanding-bandingkan, tapi kesempatan untuk tampil apa adanya dan mendapat apresiasi. Sebuah kesempatan untuk percaya diri tampil sebagai diri sendiri.
  3. Kesempatan saling belajar antar anak dengan beragam bakat. Suara Anak memfasilitasi anak-anak untuk saling belajar satu sama lain. Belajar bahwa setiap anak berhak menyukai dan menekuni kegemaran atau bakatnya. Belajar bahwa menyukai sesuatu yang langka bukanlah hal yang aneh. Belajar cara menghadapi kesulitan dalam menekuni bakatnya. Anak-anak belajar dari anak yang lain, yang umurnya sebaya, yang bahasanya sama, bahasa anak-anak.
  4. Mengenalkan bakatnya pada banyak orang. Anak bisa mengenalkan pada pengunjung Suara Anak. Selain itu, presentasi anak di Suara Anak akan didokumentasikan dalam bentuk video dan dipublikasikan di Youtube. tersebut dapat disaksikan oleh banyak orang sepanjang masa. Dengan tampil di Suara Anak, anak telah mengayunkan langkah awal membangun personal brand dan merintis karirnya.

Anda bisa menyaksikan video presentasi Suara Anak dengan klik di Facebook TemanTakita.com atau klik Youtube TemanTakita.com

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

2 thoughts on “(Video) Menjadi Pengamat Burung, Anak Ini Belajar, Berkarya dan Mendapat Penghasilan”

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d