Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu, Ini 7 Kesalahan Pengembangan Bakat Anak

Diposting oleh:

Orangtua tentu ingin bakat anaknya berkembang optimal. Tapi ternyata banyak orang tua melakukan kesalahan dalam pengembangan bakat anak. Apa saja? 

Pengembangan bakat anak ibarat angan-angan kosong. Banyak orangtua berangan anaknya jadi orang hebat, misal seperti Joey Alexander  atau sosok anak hebat yang lain, tapi sedikit sekali yang tahu cara melakukan pengembangan bakat anak. Ketidahtahuan yang membuat banyak orang tua melakukan berbagai kesalahan. Akibatnya, banyak anak yang semula menunjukkan potensi besar tapi kemudian tumbuh menjadi anak yang tertekan, bosan dan jadi biasa-biasa saja. Bahkan tak jarang ketika dewasa bingung mencari kerja.

kesalahan pengembangan bakat anak

Apa 7 kesalahan orang tua dalam melakukan pengembangan bakat anak?

Pertama, kurang memberi stimulasi yang beragam dan memadai. Anak menggunakan kemampuan anak sebatas pada aktivitas yang monoton. Tanpa stimulasi yang beragam dan memadai, anak kurang mempunyai kesempatan untuk mengekspresikan potensinya. Tanpa kesempatan tersebut, orangtua dan anak sendiri akan gagal mengenali potensinya. Misal, tanpa stimulasi bermusik maka anak tidak bisa menunjukkan kecerdasan musiknya.

Kedua, kurang atau tidak mengenal potensi anak. Alih-alih memberi stimulasi dan mengamati perilaku anak, banyak orangtua (dan guru) memilih jalan pintas dengan mengikuti tes potensi anak. Tes potensi yang fungsi sebenarnya alat bantu justru menjadi alat utama. Orangtua mungkin tahu, tapi tidak mengenal dengan baik potensi anak. Akibatnya, orangtua jadi kurang tekun dalam mengembangkan potensi anak.

Ketiga, tidak mengkomunikasikan potensi anak kepada anak. Beberapa orangtua tahu dan mungkin mengenal potensi anaknya tapi tidak mengkomunikasikannya kepada anak. Anak sebagai pemilik potensi justru tidak mengenal potensi dirinya. Jadi sehebat apapun tak berguna bila anak tidak menyadari apa kehebatannya.

Keempat, tidak membantu anak menemukan bakat sebagai fokus belajar. Tanpa fokus belajar, anak belajar belajar secara meluas tapi dangkal. Anak belajar banyak hal tapi tidak menjadi ahli di bidang bakat apapun. Tanpa fokus belajar yang dibuat anak, maka belajar menjadi paksaan terhadap diri, belajar karena tuntutan lingkungan eksternal.

Kelima, terlalu memaksa anak belajar sehingga anak benci belajar. Banyak orang tua (dan guru) mewajibkan anak belajar tapi tak mau belajar cara membuat anak gemar belajar. Anak yang sejak lahir sebagai pembelajar pun akhirnya belajar untuk membenci dan menghindari belajar. Tak belajar bila tak ada ujian.

Keenam, terlalu berorientasi pada hasil belajar sehingga mengabaikan ketekunan belajar anak. Ketika yang dihargai adalah hasil, bukan usaha, maka anak tidak belajar untuk menekuni suatu bidang bakat. Anak justru belajar mencapai hasil belajar dengan berbagai cara. Apapun dilakukan selama bisa menjadi juara.

Ketujuh, menilai hasil belajar anak hanya dari nilai ujian dan ijasah. Nilai ujian mungkin penting, tapi nilai tukarnya terbatas. Ijasah mungkin penting, tapi membuat anak mengalami ketergantungan. Anak yang mempunyai ijasah SMA tergantung pada perguruan tinggi dan lowongan kerja bagi lulusan SMA. Bukannya menjadi pribadi mandiri yang percaya diri, anak justru menjadi manusia yang tergantung pada pihak lain.

pengembangan bakat anak

Bagaimana solusi dari 7 kesalahan orang tua dalam melakukan pengembangan bakat anak? Langkah awal adalah menyadari kesalahan tersebut, mengembangkan kapasitas diri menjadi pendidik yang menumbuhkan, dan melakukan pengembangan bakat mengacu pada langkah berikut ini

  1. Beri stimulasi yang beragam dan memadai pada anak.
  2. Amati dan kenali potensi anak
  3. Refleksi dan komunikasikan potensi anak kepada anak.
  4. Bantu anak menemukan fokus belajarnya.
  5. Stimulasi anak agar gemar belajar
  6. Hargai usaha anak, stimulasi anak agar tekun belajar
  7. Stimulasi dan bantu anak membuat portofolio karya bakat

Penjelasan beserta panduan praktis untuk menjalankan 7 solusi tersebut ada pada buku Bakat Bukan Takdir. Buku kelanjutan dari buku Anak Bukan Kertas Kosong ini adalah solusi bagi orangtua yang ingin melakukan pengembangan bakat anak. Dengan pengembangan bakat anak yang tepat, berarti orangtua tengah menyiapkan karier cemerlang anak di zaman kreatif.

Segera pre order buku Bakat Bukan Karir plus tanda tangan penulis
Klik PRE ORDER

Jangan buang waktu. Persediaan terbatas, pre order sekarang!

pengembangan bakat bukan takdir

 

Sumber foto featured: Flickr

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

2 thoughts on “Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu, Ini 7 Kesalahan Pengembangan Bakat Anak”

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye