Selamat Jalan Satoru Iwata! Inspirasi Berkarier bersama Nintendo

Diposting oleh:

Bakat Anak – Apakah Ayah Ibu pernah bermain Nintendo?

Berita duka untuk para penggemar game. Presiden Nintendo, Satoru Iwata, menghembuskan napas terakhirnya pada 11 Juli kemarin pasca bergelut dengan pertumbuhan tumor di bile duct, alias saluran yang menghubungkan hati, pankreas, dan usus. Kanker ini sempat membuat kondisi kesehatan Satoru Iwata menurun dan menjalani operasi pada tahun 2013.

Saya yang juga seorang pemain game turut bersedih atas kepergiannya, namun siang ini saya mendapati sebuah video menarik yang sedikit banyak mengulas kehidupan sang presiden Nintendo. Saya kira, perjalanan karier Satoru Iwata dapat menginspirasi Ayah Ibu dalam mendukung anak menentukan arah karier pada saatnya nanti.

Satoru Iwata yang meninggal di usia 55 tahun terdaftar sebagai presiden Nintendo sejak 2002. Ia adalah orang pertama di luar keluarga Yamauchi yang diangkat sebagai presiden, tepatnya presiden keempat. Sebelumnya, pada tahun 2000 ia menjabat sebagai direktur Nintendo. Pada tahun 2013, ia sekaligus menjabat sebagai CEO Nintendo of America.

bakat anak satoru iwata

 

Namun sebelumnya, ia hanyalah seorang pemrogram (programmer) game di sebuah studio game kecil yang cukup dekat dengan Nintendo, HAL Laboratory. Studio game ini terkenal dengan dengan beberapa judul yang juga ditangani Satoru Iwata, seperti Balloon Fight, lalu serial Kirby, dan EarthBound. Dalam video yang dapat Ayah Ibu tonton di bawah, Satoru Iwata secara khusus bercerita tentang perjalanan kariernya di dunia game dan menantang pembawa acara Game Center CX, Shinya Arino, untuk bermain Balloon Fight, sebuah game buatan sang presiden Nintendo.

Pada tahun 1983, Satoru Iwata sedang menjalani tahun keduanya bekerja di HAL Laboratory, dan saat itu pula, Nintendo merilis konsol yang mereka sebut “Family Computer”, yang juga dikenal sebagai “Nintendo Entertainment System”. Sebagai seorang pemrogram game, tanpa pikir panjang Satoru Iwata melangkahkan kakinya ke Nintendo dan menawarkan diri untuk membuat sebuah game untuk konsol tersebut.

Tentu saja, bekerja di HAL Laboratory yang saat itu hanyalah studio kecil berisikan lima orang membuat orangtua Satoru Iwata pesimis dengan karier game yang dipilih sang anak. Bahkan sang ayah sempat tidak berbicara pada Satoru Iwata selama setengah tahun, meskipun terkadang mereka berdebat.

Apa yang membuat Satoru Iwata teguh menjadi seorang pemrogram game saat itu – yang mana merupakan pekerjaan yang termasuk baru dan belum populer? Instingnya yang tajam, membuat ia percaya bahwa “…suatu saat, komputer akan mengubah dunia.” Ia secara eksplisit menjawab pertanyaan Arino, “Saya begitu percaya dengan gemilangnya masa depan (yang dibawa oleh komputer).”

Meskipun Satoru Iwata mengaku bahwa keyakinan atas prospek kariernya saat itu tanpa dasar, tidak berarti bahwa ia sama sekali tidak memiliki pengalaman belajar sebagai seorang pemrogram game. Perjumpaannya dengan komputer yang mengesankan – yang saat itu lebih berupa kalkulator untuk pemrograman – membuat ia membuat beberapa game yang disukai teman-temannya. Kalkulator tersebut dibeli dan diopreknya sebelum kuliah. Berbekal kalkulator tersebut, ia melakukan pemrograman untuk membuat beberapa game yang ternyata disukai teman-temannya. Usaha tersebut membuatnya merasa bermakna, karena ia mampu menghasilkan karya yang membuat sekelilingnya bahagia.

Satoru Iwata menjelaskan bahwa ia beruntung lahir di zamannya, saat komputer lahir dan berkembang – dan seperti prediksinya, sangat mengubah masa depan, baik dirinya sendiri maupun seluruh dunia. Perubahan masa depan tersebut kini juga terjadi di zaman kreatif, akibat lahirnya internet. Banyak profesi baru yang tak terduga, lahir dan berkembang oleh karena internet dan media sosial. Karier yang tak terpikirkan oleh generasi sebelumnya, yang justru lahir di tangan anak-anak muda saat ini.

Satoru Iwata menginspirasi kita bahwa perubahan yang dibawa oleh sains dan teknologi, menuntut kita untuk peka dengan perkembangan profesi anak ke depan. Maka, saat anak percaya para arah karier yang dipilihnya, Ayah Ibu dapat memberi kesempatan pada mereka untuk menunjukkan komitmennya dengan menampilkan hasil belajar mereka dan belajar berkelanjutan. Karena bisa jadi, anak Ayah Ibu punya insting setajam Satoru Iwata – untuk menghasilkan karya yang bermakna, dan menciptakan profesi baru di masa depan!

Apa inspirasi berkarier yang bisa Ayah Ibu petik dari kisah hidup Satoru Iwata?

 

Foto dicuplik dari sini

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d