Sekolah Murah atau Sekolah Mahal, Mana yang Lebih Bagus?

Diposting oleh:

Banyak orang mengeluh, mengapa sekolah bagus selalu mahal? Tidak adakah sekolah murah yang bagus? Baca penjelasan yang mencerahkan ini 

Dalam suatu kesempatan, seorang teman bercerita tentang kesulitannya dalam mencari sekolah untuk anaknya. Ia mengeluh setengah bertanya, “mengapa sekolah bagus selalu mahal?”. Pertanyaan itu sekaligus menunjukkan kesimpulan implisit bahwa sekolah murah itu selalu buruk. Cara berpikir hitam putih yang bisa menimbulkan salah kaprah. Jadi mari kita pikirkan, tidak dari cara berpikir hitam putih, tapi dari cara berpikir yang lebih netral, sekolah murah atau sekolah mahal, mana yang lebih bagus? Tentu bagus dalam konteks kita memilih sekolah buat anak.

Selama berkecimpung di dunia pendidikan, saya telah menyaksikan ratusan sekolah di berbagai daerah dengan beragam variasinya, mulai sekolah negeri hingga sekolah swasta, sekolah mahal dan sekolah murah, sekolah bagus hingga sekolah ala kadarnya. Saya berbicara dengan kepala sekolah dan guru untuk mengetahui praktik-praktik pengajaran yang dilakukan di sekolahnya. Dari pengalaman tersebut, saya ingin menjabarkan judul tulisan ini menjadi 3 pertanyaan kunci:

Mengapa sekolah mahal tidak selalu bagus?

  1. Bukan hanya masukan, tapi juga prosesnya. Mahal berarti besaran masukan (input) berupa uang sekolah yang dinilai di atas atau di bawah rata-rata. Bagus berari keluaran (output) berupa kualitas lulusan yang dihasilkan sebuah sekolah. Antara masukan dengan keluaran terdapat PROSES yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Mahal tidak otomatis membuat suatu sekolah menjadi sekolah bagus.
  2. Bukan hanya besarnya, tapi bagaimana pengelolaan uang sekolah. Semakin besar uang sekolah semakin banyak pilihan yang tersedia bagi manajemen sekolah. Kalau Anda punya uang 10 ribu tentu pilihan menu makan siang lebih sedikit dibandingkan bila Anda punya uang 100 ribu. Pilihan terbatas membuat kita tidak berdaya, namun  semakin banyak pilihan menu makan siang, semakin kita bingung memilihnya. Saya melihat fenomena serupa pada penggunaan uang sekolah. Pada sekolah murah, banyak manajemen sekolah merasa tidak berdaya dan sekedar menjalankan tugas. Sementara pada beberapa sekolah mahal, saya melihat uang sekolah digunakan untuk mendirikan bangunan yang hanya digunakan sesekali, sementara kondisi perpustakaan sekolah sudah memprihatinkan. Uang sekolah digunakan untuk biaya kegiatan yang hanya dinikmati segelintir murid (mungkin kurang dari 10%) yang dianggap menonjol. Rela membiarkan sebagian besar murid tidak berkegiatan demi bisa menempel spanduk dan piala kemenangan di depan sekolah.

Mengapa ada sekolah murah yang bagus?

  1. Bukan hanya uang sekolah, tapi juga dukungan yang tidak dihitung. Sekolah mahal atau sekolah murah seringkali hanya dihitung dari uang sekolah yang dibayar orangtua yang anaknya menjadi murid di sekolah tersebut. Kenyataannya, masukan (input) tidak semata-mata dari uang sekolah, tapi juga berupa kerelawanan, sumbangan dan partisipasi masyarakat. Ada sekolah yang operasionalnya sebagian besar berasal dari sumbangan donatur.  Ada sekolah yang mendirikan bangunan menerima sumbangan bambu dari masyarakat sekitar. Jadi bukan soal murah atau mahal tapi siapa dan berapa banyak orang yang menanggung biaya sekolah.
  2. Bukan pasif menerima, tapi pandai menggalang sumber daya. Sekolah bagus merupakan buah kejelian pemimpin dan manajemen sekolah, baik pada sekolah murah maupun sekolah mahal. Bila komunikasinya tepat, mau bersikap terbuka dan fleksibel dalam merancang kegiatan, sekolah bisa menggalang sumber daya (daya tidak selalu dana) dari masyarakat sekitar. Misal di kawasan penghasil kelapa (bukan kelapa sawit), sekolah bisa melibatkan petani dan pengolah kelapa sebagai guru dan sumber belajar. Contoh lain, pengembangan guru bisa menggunakan beragam sumber belajar yang disediakan Komunitas Guru Belajar. Upaya penggalangan sumber daya penting bukan hanya untuk sekolah murah, tapi juga untuk sekolah mahal. Tantangannya, apakah manajemen sekolah bersedia mendengar, terbuka dan fleksibel menerima masukan?

Mengapa sekolah mahal dan sekolah murah bisa sama bagusnya?

  1. Guru adalah kunci. Sekolah bagus, mahal maupun murah, menempatkan kualitas guru sebagai prioritas utama. Peran guru memandu murid belajar, lalu bagaimana bisa kalau guru berhenti belajar? Pemimpin dan manajemen sekolah bagus memberikan dukungan pada guru berupa motivasi, kesempatan belajar, dan akses kepada sumber belajar. Tenaga dan waktu guru tidak hanya habis untuk mengajar, tapi juga untuk belajar.
  2. Manajemen adalah aktor utama. Pada ujungnya, manajemen sekolah merupakan penentu dari kualitas sebuah sekolah, baik pada sekolah murah maupun sekolah mahal. Manajemen sekolah pada sekolah negeri meliputi kepala sekolah, pengawas hingga dinas pendidikan daerah. Manajemen sekolah pada sekolah swasta meliputi kepala sekolah hingga pihak yayasan. Manajemen sekolah yang kuat visi pendidikannya akan menemukan cara-cara kreatif mengatasi tantangan dalam memajukan sekolahnya.

Jadi mana yang lebih bagus, sekolah mahal atau sekolah murah? Tidak ada, kedua-duanya bisa bagus, bisa buruk. Soal biaya sekolah, sesuaikan dengan kemampuan Anda sebagai orangtua. Anda bisa hitung sendiri. Untuk memilih sekolah untuk anak, butuh lebih dari sekedar mengetahui berapa besar biaya sekolah, tapi juga butuh wawasan dan kejelian untuk mengenali kualitas sebuah sekolah.

Ingin menemukan sekolah bagus buat anak Anda? Nantikan terbitnya buku Panduan Memilih Sekolah buat Anak Zaman Now. 

Untuk informasi lebih lanjut, segera follow

Instagram: @MemilihSekolah

Twitter: @MemilihSekolah

Facebook: @MemilihSekolah 

 

 

Sumber Foto: Flickr


panduan memilih sekolah untuk anak zaman now

One thought on “Sekolah Murah atau Sekolah Mahal, Mana yang Lebih Bagus?”

  1. ravanyaRina says:

    jadi bingung mau memilih sekolah yang bagus buat anak.

Leave a Reply

Buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now
 icon
 icon
rss
doytchmagient : menarik. di sklh gw, bnyk anak yg gila bersaing. knp gw sbt gila? krn saking sukanya bersaing, mrk smpe ga lg
Rusj : Wow...trimakasih sudah sharing. Experience seperti ini sangat dibutuhkan didaerah2 terpencil seperti di papua.
Ida Tungga : Bagaimana cara mendapatkan buku Belajar dari Ki Hadjar?