Selamat Hari Ayah! Seberapa Penting Peran Ayah Dalam Mendidik Anak?

Diposting oleh:

Bakat Anak – Selamat Hari Ayah! Tahukah Anda bahwa para ayah berperan penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak?

Ada anggapan umum dalam masyarakat bahwa para ayah bertugas mencari nafkah, sedangkan para ibu bertanggung jawab mengasuh anak di rumah. Anggapan ini sudah berubah, mengingat banyaknya para ibu yang memilih bekerja di kantor, sedangkan sang suami bekerja lepas dari rumah (freelance). Apapun status pekerjaan Ayah Ibu sekarang, di Hari Ayah ini kita perlu mengingat bahwa para ayah juga berperan penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Benarkah?

bakat anak hari ayah terlibat dalam pendidikan dan pengasuhan anak

Apa kata Ki Hajar Dewantara tentang peran ayah?

Sebagian ayah mengeluhkan bahwa mereka tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama anak. Alasannya klasik: pekerjaan yang banyak menyita waktu. Ada benarnya bahwa para ayah bekerja, mencari uang demi menghidupi keluarga – termasuk sang anak – namun tidak berarti pekerjaan menjadi alasan untuk tidak turun tangan dalam mendidik dan mengasuh anak.

Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, bertahun-tahun silam telah mengingatkan kita bahwa penanggung jawab utama pendidikan dan pengasuhan anak adalah keluarga, kedua orangtuanya. Hal ini ditulisnya dalam kumpulan tulisan bertajuk “Pendidikan”, bertahun-tahun sebelum para ayah bisa bekerja sembari mengasuh anak karena kecanggihan internet di zaman kreatif. Inti pesannya sederhana: apapun profesi dan kesibukan Anda, Anda punya peran yang harus dijalankan sebagai orangtua.

Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat “berhamba pada sang anak” dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas. – Ki Hajar Dewantara

Bukti pentingnya peran ayah dalam mendidik dan mengasuh anak

Nah, benarkah para ayah punya peran penting dalam pendidikan dan pengembangan anak? Rangkuman berbagai hasil penelitian yang dirilis oleh Father Involvement Initiative, salah satunya mengungkapkan bahwa peran para ayah sama pentingnya dengan para ibu dalam mengasuh, melindungi, memberikan dukungan finansial, dan yang paling penting, menjadi contoh bagi perilaku sosial dan emosional anak.

Ternyata, meskipun kuantitas waktu anak bersama ayah lebih sedikit ketimbang bersama ibu, para ayah tetap ditiru anak, lho. Kebiasaan baik atau burukkah yang sekarang Ayah lihat dalam diri anak? Bisa jadi itu cerminan dari kebiasaan Ayah juga. Di Hari Ayah ini, para ayah bisa merenungkan bagaimana perilaku Anda ‘menurun’ pada anak-anak.

Tak hanya itu, menurut rangkuman hasil penelitian yang sama, anak yang merasa dekat dan dicintai ayahnya, cenderung memiliki masalah perilaku yang lebih sedikit, dan bahkan menunjukkan keengganan mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. Nah, bapak mana yang tak senang kalau anak-anaknya merasa dekat dan dicintai sang ayah? Apalagi kalau anak-anak Anda mengungkapkan rasa sayang mereka pada Anda di Hari Ayah, pasti sangat manis.

Bahkan, kalau kita mau mundur lebih jauh, ternyata peran ayah dalam mengasuh anak sudah berdampak sejak anak lahir. Child Welfare Information Gateway pada tahun 2006 merilis hasil penelitian komprehensif bertajuk “The Importance of Fathers in the Healthy Development of Children”. Pada Bab 2 yang berjudul “Fathers and Their Impact on Children’s Well-being” melaporkan bahwa anak-anak yang juga diasuh oleh ayahnya sedari lahir, cenderung merasa aman secara emosional, percaya diri untuk mengeksplorasi dunia sekelilingnya, dan saat tumbuh dewasa, memiliki relasi sosial yang baik.

Menjadi Ayah yang menumbuhkan

Nah, di Hari Ayah ini, bentuk sikap dan perilaku apa yang bisa menunjukkan keterlibatan Ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak? Tentu ada banyak sekali contohnya, namun Anda bisa melakukan hal-hal sederhana yang memperlihatkan bahwa Anda juga ingin dekat dengan anak. Mungkin waktu Anda tidak banyak, namun gunakan waktu yang sedikit itu untuk membangun hubungan yang berkualitas dengan anak.

Semisal, sesederhana mengajak anak bermain. Atau jika anak Anda sudah cukup besar, mengobrol dan mendiskusikan impian dan arah karier anak. Bahkan, sesibuk apapun Anda, cobalah datang saat anak menampilkan hasil belajarnya, baik dalam lomba maupun pertunjukan bakat. Kehadiran Anda adalah dukungan psikologis yang sangat berdampak buat anak.

 

Jadi, bagaimana para ayah? Sudah siap lebih terlibat dalam mendidik dan mengasuh anak? Selamat Hari Ayah, dan selamat menjadi Ayah yang menumbuhkan bakat maupun perilaku positif anak!

 

Foto oleh CiaoHo

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d
Eda Soetjipto : tips yang menarik dan baik utk dibagikan . saya ibu 3 anak alhamdulillah kami berlima sangat gemar membaca. ye