5 Tips Belajar Seru buat Anak saat Liburan

Diposting oleh:

Bakat AnakLibur telah tiba, libur telah tiba… Hore, hore, hore!

Siapa sih yang nggak suka musim liburan? Baik anak-anak maupun orang dewasa termasuk saya – mungkin Ayah Ibu juga – menyukainya. Anak-anak mungkin sudah jenuh dengan PR yang monoton, belajar untuk ujian, maupun rutinitas sekolah lainnya. Saya jamin kebanyakan orang dewasa juga suka libur, entah untuk menghilangkan penatnya pekerjaan, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Namun seringkali ada kekhawatiran dari para orangtua mengenai liburan. Saat musim libur, anak tidak belajar dalam jangka waktu yang lama, seperti yang mereka lakukan saat musim sekolah. Saat mereka sudah harus kembali ke sekolah, butuh waktu yang tidak singkat untuk mengembalikan gairah belajar anak. Anak bisa jadi melupakan apa yang dipelajarinya selama satu semester sebelumnya.

bakat anak liburan

 

Namun, seperti ungkapan bahwa “anak yang hanya belajar di sekolah belum sepenuhnya terdidik”, keluarga punya peran penting dalam pendidikan dan pengembangan bakat anak. Liburan justru bisa menjadi waktu di mana anak belajar apapun dengan gayanya sendiri, karena tidak semua sekolah mampu memfasilitasi keberagaman siswanya. Oleh karena itu, liburan menjadi kesempatan Ayah Ibu untuk memandu belajar dan pengembangan bakat anak secara optimal.

Apa yang bisa anak pelajari saat liburan?

Tidak ada kurikulum atau desain pembelajaran khusus yang perlu kita siapkan. Justru, Ayah Ibu bisa bertanya dan mengobrol dengan anak tentang apa yang ingin ia lakukan dan pelajari selama liburan berlangsung. Anak bisa jadi punya keingintahuan atau minat pada hal tertentu yang tak sempat dipuaskannya selama musim sekolah. Lima tips berikut bisa menjadi pilihan kegiatan seru yang dapat dilakukan anak selama liburan.

1. Mengunjungi museum

Ayo ke museum! Tidak semua kota memiliki beragam museum, namun setidaknya terdapat satu-dua museum yang bisa keluarga kunjungi dengan harga yang murah, bahkan gratis. Diskusikan dengan anak museum apa yang ingin mereka kunjungi. Ayah Ibu dapat pula berdiskusi dengan anak mengenai mengapa masyarakat perlu mendukung pelestarian aset sejarah maupun budaya yang disimpan di museum – baik dengan berkunjung atau bahkan memberikan sumbangan.

2. Menginap dengan suasana baru

Waktu yang singkat atau kondisi keuangan yang kurang memadai dapat mengurungkan niat kita untuk berlibur. Namun menginap di rumah nenek, atau bahkan bermalam dalam tenda di pekarangan rumah bisa menjadi pembelajaran baru buat anak. Suasana baru biasanya mengandung tantangan baru buat anak – entah itu berbagi permainan bersama saudara, memasak bersama keluarga, atau membantu merawat peliharaan kakek.

3. Magang

Liburan dapat menjadi kesempatan anak untuk mengenal profesi terkait bidang bakat yang ditekuninya. Magang menjadi salah satu pilihan kegiatan anak untuk mulai mengenal ekosistem bakatnya, atau mengenal profesi-profesi lain yang mungkin menginspirasinya. Tidak perlu muluk-muluk, Ayah Ibu bisa menghubungi kerabat, teman, bahkan tetangga yang mau memberi kesempatan anak untuk belajar sesederhana apapun. Memberi makan ikan di empang kompleks sebelah, memetik buah yang sudah matang dari kebun saudara, bahkan menata buku di perpustakaan tetangga bisa jadi pengalaman baru yang seru. Anak juga bisa mendengarkan langsung kisah dari para pelaku profesi.

4. Mengikuti kegiatan komunitas

Tidak sempat menggali minat saat sekolah berlangsung? Berbagai komunitas yang diadakan saat liburan bisa jadi pilihan menarik untuk anak, dengan kegiatan dan tawarannya masing-masing. Apakah itu klub baca, komunitas astronomi amatir, maupun penggiat kuliner daerah, mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuka mata anak tentang berbagai bidang bakat, bahkan berinteraksi dengan teman sebaya dengan kegemaran yang sama.

5. Membaca

Seperti yang pernah saya bahas, anak yang membaca adalah cerminan orangtua dan keluarga yang membaca. Saat anak sudah jenuh dengan buku-buku pelajarannya, tantang anak untuk pergi ke toko buku atau perpustakaan untuk memilih bukunya sendiri, membacanya, dan menceritakan keseruan kisah atau wawasan baru yang didapatkannya. Ayah Ibu juga bisa turut membaca buku yang dibaca anak, sehingga mengobrol tentang buku akan jauh lebih menarik.

Apa pilihan kegiatan keluarga saat liburan agar anak tetap gemar belajar?

 

Foto oleh Frank Lindecke

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss
Nur Masita : justru saya berfikir, apakah para pejabat yg rata2 sudah old dijaman now,pada jaman kanak2 nya dulu sering men
Muhammad Yaseer : Saya sudah lama merenungkan kondisi Pendidikan di Indonesia dibandingkan Finlandia. Menurut Saya kompetisi it
Sofi : Saya suka demgam kalimat klo kita bisa berkembang di lingkungan yg kooperatif drpd kompetitif, ini sy alami d