Tuhan, Aku Ingin Jadi Telepon Pintar

Diposting oleh:

Telepon pintar memang banyak membantu, tapi karena terlalu banyak membantu, kehadirannya justru sering mengganggu relasi antar manusia. 

Telepon pintar sebagai bagian dari teknologi informasi sungguh banyak membantu kehidupan di jaman modern ini. Teknologi pintar bisa membantu orangtua untuk menumbuhkan kegemaran belajar anak. Teknologi bisa meningkatkan kualitas proses belajar. Teknologi juga menyediakan media dan bahan belajar yang dapat diakses dari mana pun. Teknologi bisa membantu anak dalam berkarya. Teknologi juga mengasah logika dan kemampuan menyelesaikan persoalan. Teknologi bisa menyediakan alternatif jalan-jalan berlibur buat keluarga. Bahkan, teknologi memberi kesempatan berkarir yang belum pernah ada pada masa sebelumnya, seperti menjadi programer dan Youtuber.

Tapi karena sangat membantu, telepon pintar seringkali jadi mengganggu. Bayangkan kita mempunyai seorang asisten yang mengerjakan apa saja yang kita butuhkan. Akibatnya, kita tidak perlu melakukan apa-apa untuk memenuhi kebutuhan kita. Begitu juga dengan teknologi, karena bantuan yang diberikan hingga seringkali kita hanyut dalam kemudahan. Hampir seluruh kebutuhan kita disediakan solusinya oleh teknologi. Kita pun seolah masuk dalam pusaran yang menyedot perhatian kita. Kenyataannya, semakin kita terhubung dengan telepon pintar maka semakin kita terputus dari orang-orang di sekitar.

Shiyang He, seorang desainer di Kantor Ogilvy Beijing, membuat serangkaian foto iklan untuk Shenyang Center For Psychological Research, yang menggambarkan efek merusak telepon pintar terhadap relasi antar manusia. Tiga foto yang diposting Shiyang He di akun Behance.net bisa anda lihat di bawah ini:

telepon pintar The More You Connect, The Less You Connect

telepon pintar The More You Connect, The Less You Connect

telepon pintar The More You Connect, The Less You Connect

Dari ketiga foto tersebut di atas lahirlah puisi ini

Telepon-Pintar The More You Connect, The Less You Connect 4

Semoga tulisan, foto dan puisi ini bisa jadi pengingat buat kita untuk menggunakan teknologi secara bijak. Karena secanggih apapun, tak ada teknologi yang bisa menggantikan kasih sayang, kehadiran dan perhatian orangtua pada anak.

Apa tips Ayah Ibu dalam menggunakan teknologi secara bijak? Silahkan berbagi di kolom komentar ya 

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

One thought on “Tuhan, Aku Ingin Jadi Telepon Pintar”

  1. seenlook says:

    Tak sanggup berkomentar, …

    Karena postingan tsb trully PENGINGAT atas ‘apa yg telah TERLEWATI’ ….

    Kini OTAK dan HATI sdg cari solusi… ttg ‘apa yg akan kau RANCANG nanti’ ….

    *Teruntuk duhai, … jiwa jiwa yg tenang…*

    #nuhuuunPisan

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss