(Video) Kakak Adik Ini Mengungkap Sesuatu Di Balik Gerakan Indah Wushu yang Sering Diabaikan

Diposting oleh:

Kita takjub melihat gerakan indah Wushu. Tapi kita sering lupa apa yang terjadi di balik gerakan indah tersebut. Ada apa sebenarnya? 

Wushu adalah bakat yang dipilih oleh kedua kakak beradik ini, Mikayla Karissa dan Gavryel Griffin Denel. Mereka memilih Wushu dengan alasan yang berbeda. Ila diikutkan orangtua dengan alasan terapi terhadap ADD yang diduga dialaminya. Sementara sang Adik, Gavryel, tertarik orang melompat-lompat ketika menyaksikan latihan Wushu. Meski berangkat dari awal yang berbeda, tapi kini mereka sama-sama menekuni Wushu.

Ketika menyaksikan gerakan Wushu mereka yang indah, kita dengan mudah menduga bahwa mereka rajin dan tekun berlatih. Memang begitu kenyataannya. Tapi yang sering tidak diketahui bahwa mereka pernah merasakan bosan latihan, kecewa, atau pun melakukan kekeliruan, sebagaimana yang dialami anak-anak yang lain juga. Bedanya, mereka mempunyai cara mengatasi berbagai persoalan tersebut dan hebatnya, didukung oleh orangtua.

Orang hebat bukanlah mereka yang tidak pernah merasakan persoalan, tapi mereka yang berjuang mengatasi persoalan itu. Dan kuncinya ada pada dukungan orangtua yang percaya bahwa anaknya sedang berproses, percaya bahwa anaknya butuh kesempatan belajar mandiri.

Suara Anak adalah acara yang memberi kesempatan buat anak-anak melakukan presentasi 5 – 8 menit mengenai kegemaran atau bakatnya. Apakah semacam seminar? Ada kesamaannya yaitu sama-sama ada pembicara, tapi pada Suara Anak tidak ada sesi tanya jawab. 

Suara Anak bukan lomba, artinya tidak ada anak dibandingkan dengan anak yang lain. Setiap anak telah dianugerahi bakat uniknya sendiri. Sepanjang gemar dan tekun melakukan aktivitas bakatnya, anak bisa tampil dan presentasi di Suara Anak. Tekun tidak dinilai dari berapa jumlah piala yang didapatkan, tapi dari seberapa sering anak melakukan aktivitas seru sesuai kegemaran atau bakatnya.

Manfaat tampil di Suara Anak

  1. Belajar bercerita di depan publik. Bercerita mengenai bakat di depan publik membuat anak menyadari suka dukanya dalam menekuni bakatnya. Anak belajar merangkai kata dan mengkomunikasikan pengalamannya pada banyak orang.
  2. Membangun kepercayaan diri anak. Bakat anak itu seperti benih tanaman, hanya akan tumbuh berkembang bila mendapat apresiasi dan kesempatan. Bukan untuk dibanding-bandingkan, tapi kesempatan untuk tampil apa adanya dan mendapat apresiasi. Sebuah kesempatan untuk percaya diri tampil sebagai diri sendiri.
  3. Kesempatan saling belajar antar anak dengan beragam bakat. Suara Anak memfasilitasi anak-anak untuk saling belajar satu sama lain. Belajar bahwa setiap anak berhak menyukai dan menekuni kegemaran atau bakatnya. Belajar bahwa menyukai sesuatu yang langka bukanlah hal yang aneh. Belajar cara menghadapi kesulitan dalam menekuni bakatnya. Anak-anak belajar dari anak yang lain, yang umurnya sebaya, yang bahasanya sama, bahasa anak-anak.
  4. Mengenalkan bakatnya pada banyak orang. Anak bisa mengenalkan pada pengunjung Suara Anak. Selain itu, presentasi anak di Suara Anak akan didokumentasikan dalam bentuk video dan dipublikasikan di Youtube. tersebut dapat disaksikan oleh banyak orang sepanjang masa. Dengan tampil di Suara Anak, anak telah mengayunkan langkah awal membangun personal brand dan merintis karirnya.

Anda bisa menyaksikan video presentasi Suara Anak dengan klik di Facebook TemanTakita.com atau klik Youtube TemanTakita.com

Tags: ,
Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak

Leave a Reply

Toko Takita | Tempat Belanja Alat Belajar dan Bakat Anak
 icon
 icon
rss